KABARPHATAS.COM, SURABAYA – Paguyuban Alumni SMA Negeri 1 hingga SMA Negeri 9 Surabaya (Pasmanbaya) menggelar puncak Milad ke-12 di Monumen Kapal Selam (Monkasel) Surabaya, Minggu (14/9/2025).
Mengusung tema Nusantara, peringatan ini menghadirkan ratusan alumni dari berbagai angkatan dan kota, menjadikannya momentum silaturahmi akbar sekaligus ajang kolaborasi lintas generasi.
Beragam kegiatan digelar untuk memeriahkan acara, mulai dari fashion olahraga yang diiringi DJ music, lari sehat, hingga pameran UMKM yang seluruhnya melibatkan anggota Pasmanbaya.
Pada sore hari, suasana semakin semarak dengan pagelaran budaya melalui gending-gending Jawa dan penampilan paduan suara bernuansa Nusantara.
Ketua Panitia Milad ke-12 Pasmanbaya, Profesor Deni Yuherawan, menuturkan bahwa pemilihan Monkasel sebagai lokasi acara sarat makna.
“Monkasel adalah simbol perjuangan dan kebersamaan. Kami ingin momentum 12 tahun ini menjadi penguat ikatan alumni sekaligus ruang untuk mengekspresikan kreativitas,” ujarnya.
Selain mempererat tali persaudaraan, Pasmanbaya juga menjadikan ajang ini sebagai ruang pemberdayaan ekonomi.
Produk kuliner, fesyen, hingga kerajinan tangan karya anggota dipamerkan dalam gelar UMKM.
Salah satu peserta, Liya Agustina, pemilik outlet Kenangan Surabaya, mengaku sangat terbantu. “Acara ini tidak hanya jadi ajang temu kangen, tetapi juga peluang untuk promosi dan mengembangkan usaha,” tuturnya.
Lebih dari sekadar reuni, Pasmanbaya menegaskan visinya untuk memberi dampak sosial jangka panjang.
Profesor Deni menyebutkan program pendidikan, termasuk beasiswa bagi anak anggota yang berprestasi, sebagai salah satu agenda strategis.
“Namun, itu hanya bisa terwujud jika Pasmanbaya memiliki dana abadi yang dikelola bersama,” tegasnya.
Komitmen itu diperkuat oleh Ketua Bidang Usaha Pasmanbaya, Lukitasari (Mbak Kiki), yang memperkenalkan program tanam jagung seluas 20 hektare sebagai langkah nyata mendukung ketahanan pangan sekaligus sumber pendanaan organisasi.
Saat ini, 10 hektare lahan sudah siap ditanami. “Panen jagung nanti bisa menjadi sumber pembiayaan program jangka panjang Pasmanbaya. Semua ini bergantung pada partisipasi anggota,” jelasnya.
Profesor Deni menambahkan pentingnya membangun loyalitas anggota dengan memperhatikan kebutuhan mereka.
“Jika setiap individu diperhatikan, akan muncul efek multiplikasi positif. Mereka akan loyal, Pasmanbaya akan tumbuh lebih besar, dan program dapat terwujud. Inilah multiplier effect yang menjadikan Pasmanbaya komunitas yang mandiri,” ungkapnya.
Ia juga menekankan perlunya pembentukan karakter generasi alumni. “Ilmu tinggi saja tidak cukup. Akhlak dan adab adalah fondasi kesuksesan sejati. Banyak orang berhasil justru karena memiliki akhlak yang baik,” pesannya.
Puncak Milad ke-12 Pasmanbaya menunjukkan bahwa organisasi alumni mampu menjadi kekuatan sosial, ekonomi, sekaligus budaya.
Dengan semangat Nusantara, Pasmanbaya bertekad memperkuat jejaring antaranggota dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Acara ini masih berlanjut hingga malam hari, ditutup dengan pengundian door prize termasuk hadiah utama berupa sepeda motor bagi anggota yang beruntung.
Dengan persatuan, inovasi, dan kepedulian, Pasmanbaya melangkah mantap menuju masa depan yang lebih solid dan bermanfaat bagi seluruh anggotanya.















