Example 728x250
Artikel

Reshuffle Kabinet Prabowo: Mengukur Kapasitas dan Jejak Politik Danang Wicaksana Sulistya

4
×

Reshuffle Kabinet Prabowo: Mengukur Kapasitas dan Jejak Politik Danang Wicaksana Sulistya

Sebarkan artikel ini
Danang


​Kelima, jaringan politik dan sosial yang kuat. Sebagai alumni Taruna Nusantara Angkatan V, DWS berada dalam jejaring yang sama dengan sejumlah tokoh penting di pemerintahan saat ini, seperti Sugiono, AHY, dan Prasetyo Hadi.

Jaringan ini bukan hanya soal pertemanan lama, tetapi juga modal koordinasi dan kepercayaan di dalam pemerintahan. Selain itu, posisinya sebagai Ketua DPD Gerindra DIY dan anggota DPR dari Dapil Jateng III menunjukkan kemampuannya mengelola basis politik di lebih dari satu wilayah.

Example 300x600

Meski demikian, peluang DWS tentu tidak lepas dari tantangan. Rekam jejak kekalahan di dua pilkada Sleman bisa saja dimanfaatkan sebagai bahan kritik. Namun, di sisi lain, pengalaman kalah sering menjadi sekolah politik yang keras bagi banyak politisi.

DWS telah menunjukkan bahwa kekalahan tidak membuatnya keluar dari gelanggang, melainkan memperdalam keterlibatannya di partai dan mendorongnya mengambil peran lebih strategis di tingkat nasional.

Dari sudut pandang opini publik, sosok DWS saat ini mungkin belum sepopuler tokoh-tokoh Gerindra yang sering tampil di televisi.

Namun di kalangan kader dan pengamat, ia dipandang sebagai figur “low profile, high impact”: tidak terlalu banyak mencari panggung, tetapi konsisten bekerja di isu-isu struktural seperti infrastruktur, transmigrasi, dan padat karya.

Kehadirannya di berbagai pemberitaan tentang program padat karya Kementerian Perhubungan dan dukungannya terhadap ide gentengisasi menunjukkan kemampuan membaca arah kebijakan Presiden dan mengartikulasikannya di parlemen.

Jika Presiden Prabowo akhirnya memutuskan untuk memasukkan DWS dalam susunan kabinet, langkah itu akan mengirimkan beberapa pesan penting.

Pertama, penghargaan terhadap kader yang tumbuh bersama partai sejak awal dan bertahan dalam jangka panjang. Kedua, komitmen terhadap kabinet berbasis kompetensi (zaken kabinet) yang memadukan loyalitas politik dengan kapasitas teknis. Ketiga, sinyal bahwa pemerintahan tidak hanya akan diisi figur populer, tetapi juga oleh “engineer kebijakan” yang memahami detail program dan siap bekerja dalam senyap.

​Pada akhirnya, apakah Danang Wicaksana Sulistya akan benar-benar duduk di kursi menteri atau tidak, ia sudah memperlihatkan profil yang cukup untuk disebut sebagai sosok reformis di lingkar kekuasaan Gerindra dan pemerintahan Prabowo.

Melalui kombinasi antara ideologi Trisakti, fokus pada pembangunan infrastruktur, dan keberpihakan pada transmigran serta wong cilik, DWS menawarkan contoh bagaimana seorang kader bisa bertransformasi dari aktivis internal partai menjadi aktor kebijakan yang potensial mengubah wajah pemerintahan dari dalam.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *