Menurut dia, aktivitas di luar kelas bukan sekadar kegiatan tambahan. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan kepemimpinan dan dapat menjadi bekal ketika mahasiswa memasuki dunia profesional maupun terjun langsung ke masyarakat.
Di sisi lain, Tri Yogi mengingatkan mahasiswa agar tidak kehilangan adab ketika mengejar kompetensi. Kemajuan teknologi dan kemudahan memperoleh informasi, menurut dia, justru membuat masyarakat membutuhkan manusia yang memiliki integritas dan empati.
“Di kampus Unusa, kalian tidak hanya dicetak untuk menjadi orang pintar, tetapi ditempa untuk menjadi orang baik,” tegasnya.
Untuk itu, ia memperkenalkan enam pilar karakter yang perlu menjadi pegangan mahasiswa Unusa: integritas, adab, sopan santun, empati, solidaritas, dan menghormati sesama.
Keenam nilai tersebut merupakan bagian dari karakter Rahmatan lil ‘Alamin yang ingin dibangun Unusa. Mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan kedamaian, solusi, dan kemaslahatan bagi masyarakat.
“Kepintaran kalian tidak akan ada gunanya jika kalian miskin adab. IPK 4,00 kalian akan menjadi lembaran kertas tidak berharga jika kalian kehilangan rasa hormat pada kemanusiaan,” ujarnya.
Pesan tersebut sejalan dengan tema PKKMB Unusa 2026. “Level Up Our Future” dimaknai sebagai upaya mahasiswa meningkatkan kapasitas diri. Sementara “Gear Up for Impact” menekankan kesiapan menggunakan kompetensi dan karakter untuk menghasilkan dampak.
“Karakter Rahmatan lil ‘Alamin inilah bekal terpenting kalian agar kehadiran kalian di tengah masyarakat benar-benar membawa dampak kedamaian dan solusi, bukan justru menjadi beban,” kata Tri Yogi.
Ia juga mengingatkan mahasiswa baru mengenai pengorbanan orang tua. Mereka yang telah mengantarkan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi, kata Tri Yogi, telah memberikan kerja keras dan doa yang perlu dihargai melalui keberhasilan menjalani pendidikan.
Tri Yogi berharap mahasiswa baru Unusa mulai membangun kebiasaan positif sejak semester pertama. Disiplin belajar, aktif berorganisasi, mengembangkan kompetensi, dan membangun karakter menjadi bagian dari proses tersebut.
“Jangan pernah sia-siakan air mata dan keringat orang tua kalian,” pesannya.














