Example 728x250
Pendidikan

Nomolitera, Inovasi FEBTD Unusa Dorong Kesadaran Digital Generasi Muda

107
×

Nomolitera, Inovasi FEBTD Unusa Dorong Kesadaran Digital Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Nomolitera

Kabarphatas.com, Surabaya – Fakultas Ekonomi Bisnis dan Teknologi Digital (FEBTD) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memperkenalkan inovasi teknologi terbaru bernama Nomolitera dalam rangkaian kegiatan 5th Brave bertema “The Role of Artificial Intelligence (AI) in the Mental Health of the Young Generation”.

Acara yang digelar di Kampus C Unusa ini menjadi lanjutan dari pembukaan resmi 5th Brave di tingkat universitas sehari sebelumnya.

Example 300x600

Nomolitera dikembangkan sebagai respons terhadap meningkatnya penggunaan telepon seluler di kalangan mahasiswa, khususnya terkait dampaknya pada kesehatan mental.

Inovasi ini berupa platform tes online berbasis web yang dirancang untuk mengukur tingkat nomophobia (No Mobile Phone Phobia) sekaligus tingkat literasi digital pengguna.

Endang Sulistiyani, dosen Prodi Sistem Informasi FEBTD sekaligus ketua tim pengembang, menjelaskan bahwa Nomolitera lahir dari hasil riset mengenai penggunaan gawai dalam pembelajaran daring selama pandemi Covid-19.

“Berawal dari kajian tentang peran ponsel dalam online learning di masa pandemi, pada 2024 akhirnya Nomolitera hadir sebagai bentuk kontribusi terhadap isu kesehatan mental dari sisi teknologi,” ujarnya.

Sebanyak 15 mahasiswa asing dari enam negara, Malaysia, Filipina, Timor Leste, Nigeria, Arab Saudi, dan Indonesia, ikut serta dalam uji coba aplikasi ini.

Mereka terlihat antusias mencoba langsung Nomolitera dengan mengisi instrumen tes untuk mengetahui level nomophobia masing-masing.

Hasil yang muncul beragam, namun mayoritas peserta berada pada kategori sedang (moderate).

Kegiatan ini dikemas interaktif melalui diskusi materi, sesi berbagi pengalaman online learning di negara asal peserta, hingga praktik penggunaan platform.

Suasana semakin meriah ketika hasil skor peserta diumumkan. Sebagai penutup, panitia juga menggelar kuis yang dimenangkan oleh dua mahasiswa asal Filipina di posisi pertama dan kedua, sementara posisi ketiga diraih mahasiswa akuntansi Unusa.

Endang menegaskan, Nomolitera bukanlah alat diagnosis medis, melainkan sarana digital mental health untuk meningkatkan kesadaran diri.

“Peserta tidak perlu cemas bila hasilnya menunjukkan level nomophobia tinggi. Justru ini bisa menjadi alarm agar lebih bijak berinteraksi dengan ponsel. Kami berharap Nomolitera dapat digunakan secara berkala sebagai upaya preventif,” jelasnya.

Platform ini dapat diakses secara terbuka melalui laman [https://nomolitera.my.id/](https://nomolitera.my.id/).

Kehadiran Nomolitera diharapkan mampu memberikan manfaat luas, sekaligus menjadi kontribusi Unusa dalam menjaga kesehatan mental generasi muda di tengah era digital yang kian kompleks.

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *