KABARPHATAS.COM, TRENGGALEK – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, membuat puluhan desa mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak untuk bergerak membantu warga, termasuk jajaran Polres Trenggalek Polda Jawa Timur yang menyalurkan bantuan air hingga wilayah dengan akses sulit.
Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya mengatakan seluruh jajaran Polsek di wilayah hukumnya diarahkan untuk berperan aktif dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalankan program “Patroli Gentong” sebagai bentuk kehadiran kepolisian di tengah masyarakat.
“Inisiatif ini kami lakukan sebagai langkah pemeliharaan Kamtibmas, sekaligus wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat guna meringankan kesulitan warga dalam memenuhi kebutuhan air baku sehari-hari,” ujar AKBP Rizky, Sabtu (19/9/2026).
Menindaklanjuti arahan tersebut, jajaran Polsek Bendungan langsung mengerahkan armada patroli menuju sejumlah desa yang mengalami kekeringan, terutama wilayah pelosok dengan jarak yang jauh dari sumber mata air.
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran distribusi air adalah Desa Masaran. Dalam kegiatan tersebut, Polsek Bendungan menerjunkan dua kendaraan dinas dengan fungsi berbeda untuk menjangkau kebutuhan warga.
Kendaraan pertama digunakan untuk menjalankan Patroli Gentong dengan membawa tandon air berkapasitas 1.200 liter. Air tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sementara kendaraan kedua membawa 50 galon air yang diberi nama “Patroli Kendil”. Kendaraan ini dirancang untuk menjangkau permukiman warga yang berada di kawasan sempit maupun wilayah lereng bukit yang sulit dilalui kendaraan berukuran besar.
“Strategi ini sengaja diterapkan untuk menjangkau pemukiman warga yang posisinya berada di gang sempit atau lereng bukit yang jauh dari akses jalan raya utama,” jelas AKBP Rizky.
Menurut dia, penggunaan wadah berukuran lebih kecil membuat proses distribusi air bersih menjadi lebih fleksibel sehingga bantuan dapat diantarkan langsung hingga dekat rumah warga.
Selain membantu memenuhi kebutuhan air bersih, Polres Trenggalek juga mengingatkan masyarakat terkait meningkatnya risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selama musim kemarau.
AKBP Rizky mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar kawasan hutan, agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun membuang puntung rokok secara sembarangan.
“Kami meminta seluruh masyarakat Trenggalek, khususnya yang tinggal di dekat kawasan hutan, untuk tidak melakukan pembakaran lahan atau membuang puntung rokok sembarangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan kondisi cuaca kering disertai angin kencang dapat membuat api cepat menyebar dan sulit dikendalikan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api di lingkungan sekitar.



