Example 728x250
Pendidikan

Mahasiswa UNAIR Tembus Program Magang Internasional di Bidang Robotika dan AI

142
×

Mahasiswa UNAIR Tembus Program Magang Internasional di Bidang Robotika dan AI

Sebarkan artikel ini
UNAIR

KABARPHATAS.COM, SURABAYA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR). Faiq Varian Gamal Hasan, mahasiswa Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM), terpilih mengikuti program magang riset di Applied Computing and Multimedia Lab, Department of Computer Science, National Yang Ming Chiao Tung University (NYCU), Taiwan.

Kesempatan ini ia raih melalui program Taiwan Experience Education Program (TEEP) yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk terlibat langsung dalam riset bersama akademisi internasional.

Example 300x600

Faiq menyebut pengalaman tersebut sebagai peluang yang langka dan berharga. “Saya merasa sangat antusias karena pengalaman ini menggabungkan artificial intelligence dengan sistem robotik sehingga robot dapat bekerja sesuai task yang ditentukan. Ini pengalaman yang benar-benar baru bagi saya,” ungkapnya.

Untuk mendapatkan kesempatan tersebut, Faiq harus melewati tahapan seleksi yang ketat. Portofolio riset serta kemampuan komunikasi yang baik menjadi kunci yang membuatnya terpilih.

“Saya membangun komunikasi intens dengan profesor di sana. Dari situ beliau melihat potensi saya dan akhirnya mengajak saya bergabung sebagai research assistant,” katanya.

Dalam perannya, Faiq terlibat dalam proyek robotika berbasis Simultaneous Localization and Mapping (SLAM) dan turut mengembangkan sistem dengan Robot Operating System (ROS). Ia menuturkan bahwa pekerjaannya berfokus pada pembuatan modul kecil atau node yang kemudian digabungkan agar robot dapat berfungsi secara optimal.

Selain memperdalam keilmuan, program ini juga memberinya pengalaman membangun jejaring akademik global. Faiq berharap kolaborasi antara NYCU dan UNAIR dapat terus berkembang mengingat keduanya memiliki bidang keunggulan yang dapat saling melengkapi.

“NYCU memiliki spektrum keilmuan yang luas, mulai dari kedokteran hingga hukum. Dengan potensi tersebut, saya optimistis UNAIR dan NYCU bisa menjalin kolaborasi lintas disiplin di masa depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengalaman ini menjadi bekal penting untuk melanjutkan studi dan karier di bidang robotika dan kecerdasan buatan pada level internasional.

Kepada mahasiswa lain yang bercita-cita mengikuti program serupa, Faiq berpesan agar mempersiapkan diri sebaik mungkin.

“Latih kemampuan bahasa Inggris, bangun portofolio sejak awal, kuasai pengetahuan dasar, dan jangan ragu menjajaki peluang magang atau pertukaran pelajar. Kesempatan terbuka luas, tidak hanya di Taiwan, tapi juga di negara lain seperti Jepang, Singapura, maupun Malaysia,” pungkasnya.

Keberhasilan Faiq menjadi bukti komitmen UNAIR dalam mendorong mahasiswanya tampil di level global, sekaligus mengharumkan nama Indonesia di bidang riset dan inovasi teknologi.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *