Example 728x250
Pendidikan

210 Guru Mulai Studi di Unusa, Wujud Afirmasi Pemerataan Pendidikan

155
×

210 Guru Mulai Studi di Unusa, Wujud Afirmasi Pemerataan Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Unusa

KABARPHATAS COM, SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memperkuat kiprahnya di dunia pendidikan nasional dengan menerima 210 guru Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) pada Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik 2025.

Program ini merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG) untuk meningkatkan mutu tenaga pendidik secara merata.

Example 300x600

Secara nasional, program ini menyasar 12.500 guru TK dan SD yang belum menyandang gelar sarjana. Unusa menjadi salah satu dari 92 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang dipercaya melaksanakan program ini.

Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., menyebutkan bahwa amanah ini menandai posisi penting Unusa di kancah pendidikan nasional.

“Dipercayakannya Unusa oleh Kementerian menjadi bukti bahwa kualitas akademik kami diakui sejajar dengan LPTK negeri. Kami siap membekali para guru agar lebih kompeten dan profesional dalam mendidik generasi muda,” ujarnya.

Dari total 210 guru yang diterima, sebanyak 142 mengikuti kuliah di Program Studi Pendidikan Guru PAUD (PGPAUD), sedangkan 68 lainnya menempuh Program Studi Pendidikan Guru SD (PGSD).

Para peserta berasal dari Surabaya, Bangkalan, Pasuruan, Kediri, Jombang, hingga Kalimantan Timur. Melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Afirmasi, mereka tetap dapat menjalankan tugas mengajar sambil menempuh pendidikan tinggi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Muti, menegaskan bahwa penguatan kapasitas guru merupakan prioritas pemerintah.

“Guru adalah pilar pendidikan. Dengan peningkatan kualifikasi akademik, kita sedang menyiapkan generasi muda Indonesia yang lebih siap menghadapi era baru,” tuturnya.

Direktur Jenderal GTKPG, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah afirmasi yang nyata.

“Masih ada lebih dari 233 ribu guru yang belum memenuhi kualifikasi S-1/D-IV. Melalui kerja sama dengan LPTK, kami berkomitmen membuka akses lebih luas. Pemerintah juga menyiapkan dukungan biaya pendidikan hingga Rp3 juta per semester,” katanya.

Program ini diharapkan memberi dampak langsung pada kualitas pembelajaran di kelas.

Guru yang lebih terdidik dan profesional diyakini dapat mendorong tercapainya tujuan pendidikan nasional, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk generasi berkarakter.

Prof. Jazidie menambahkan, keberhasilan program ini tidak hanya memberi manfaat bagi guru, tetapi juga bagi masyarakat luas.

“Guru yang semakin berkualitas akan membawa perubahan nyata di ruang kelas, yang pada akhirnya melahirkan murid-murid yang unggul dan berkarakter. Dari sinilah kontribusi Unusa untuk bangsa,” tandasnya.

Melalui partisipasi dalam program afirmasi ini, Unusa kembali meneguhkan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencetak tenaga pendidik unggul, sekaligus memperkuat fondasi pendidikan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *