KABARPHATAS.COM, SURABAYA – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Surabaya (Lazisnu PCNU Kota Surabaya) terus menunjukkan komitmen nyata dalam menyejahterakan masyarakat.
Melalui integrasi program pemberdayaan ekonomi dan jaminan sosial, lembaga ini menyerahkan bantuan rombong usaha serta kartu BPJS Ketenagakerjaan Bukan Penerima Upah kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Kantor PCNU Kota Surabaya, Jumat, (11/9/2026)
Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan rutin khotmil Quran dan istighosah guna memohon keberkahan dalam setiap program yang dijalankan.
Ketua LAZISNU PCNU Kota Surabaya Ustaz Abdullah Iskak menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan kali ini berbasis pengajuan dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Bubutan.
Penyerahan bantuan ini diposisikan sebagai proyek percontohan sebelum nantinya didistribusikan secara masif melalui seluruh MWCNU se-Kota Surabaya.
Bantuan yang bersumber dari pengelolaan zakat produktif ini menargetkan penciptaan kemandirian ekonomi bagi para mustahik.
Skema bantuan rombong usaha ini menerapkan asas hak pakai, bukan hak milik penuh.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan kedisiplinan dan keseriusan penerima manfaat dalam menjalankan usahanya. Evaluasi berkala akan dilakukan oleh tim manajemen kontrol.
Apabila dalam kurun waktu satu bulan penerima bantuan tidak menjalankan usahanya, hak penggunaan rombong akan dialihkan kepada mustahik lain yang lebih membutuhkan.
Pendampingan manajemen usaha juga diberikan agar bisnis penerima manfaat dapat berkembang secara berkelanjutan.
Setiap penerima bantuan usaha yang belum memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan secara otomatis akan didaftarkan ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Seluruh beban iuran ditanggung penuh oleh LAZISNU Surabaya. Langkah ini diambil berdasarkan temuan tim survei lapangan yang mencatat masih banyaknya masyarakat berpenghasilan rendah yang menghadapi kendala dalam mengakses jaminan perlindungan kerja.
Proses penentuan penerima bantuan menerapkan mekanisme verifikasi yang ketat dan transparan. Calon penerima wajib mengantongi surat pengantar dari pengurus RT/RW setempat yang dilanjutkan ke tingkat MWCNU, sebelum akhirnya diajukan ke LAZISNU Surabaya.
Tim verifikasi kemudian menerjunkan personel ke lapangan untuk menilai kelayakan serta kesiapan calon penerima dalam memenuhi seluruh persyaratan yang ditentukan.
Selain konsentrasi pada penguatan ekonomi, LAZISNU Surabaya juga mengakselerasi program NU Sehat. Program ini dirancang untuk mendampingi warga kota yang mengalami kendala kepemilikan BPJS Kesehatan.
Dalam cakupan NU Sehat, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan ambulans gratis serta pemeriksaan kesehatan tanpa biaya yang digelar bekerja sama dengan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama dalam setiap kegiatan turba PCNU Kota Surabaya.
Pada dimensi kemanusiaan, LAZISNU Surabaya tengah menggalang dana untuk meringankan beban korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Barat. Sejumlah bantuan dari MWCNU dan badan otonom telah terhimpun.
Sebagai langkah antisipasi dan kesiapsiagaan bencana, LAZISNU Surabaya berkolaborasi dengan PWNU dan PBNU siap menggelar pelatihan penanganan bencana yang dijadwalkan berlangsung pada 23 September.
Rangkaian program terpadu ini menjadi manifestasi pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang akuntabel dan berorientasi pada hasil jangka panjang.
Penguatan jaring pengaman sosial dan pemulihan ekonomi warga diharapkan mampu memberikan dampak substantif bagi kemaslahatan seluruh lapisan masyarakat Kota Surabaya tanpa membedakan latar belakang.














