Example 728x250
Terkini

Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026 di Surabaya Dorong Domino Menjadi Olahraga Prestasi

35
×

Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026 di Surabaya Dorong Domino Menjadi Olahraga Prestasi

Sebarkan artikel ini
Domino

KABARPHATAS.COM, SURABAYA – Permainan domino yang selama ini lekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari mulai diarahkan menuju olahraga prestasi. Upaya tersebut terlihat dalam Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026 yang mempertemukan 64 jurnalis dari berbagai media di Hanaka Social Space, Jalan Flores Nomor 18, Surabaya, Sabtu (22/8/2026).

Turnamen yang memperebutkan Piala Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Jawa Timur itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang sosialisasi bahwa domino telah diakui sebagai cabang olahraga resmi.

Turnamen tersebut digagas Rumah Literasi Digital (RLD) bersama TIMES Indonesia sebagai media partner. Selain pertandingan domino, kegiatan juga diisi Lomba Foto On The Spot yang diselenggarakan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya dan terbuka untuk masyarakat umum.

Asisten I Provinsi Jawa Timur Imam Hidayat mengatakan domino memiliki peluang untuk berkembang sebagai cabang olahraga yang mampu mencetak prestasi. Menurut dia, domino memiliki karakter yang berbeda karena dapat dimainkan tanpa membutuhkan sarana besar, tetapi tetap mengandalkan kemampuan berpikir dan strategi.

“Saya rasa ini ada suatu hal yang bisa dikembangkan. Ada suatu olahraga yang memang tidak membutuhkan ruang terlalu besar, tetapi masih bisa berprestasi,” kata Imam setelah mencoba meja pertandingan PB ORADO dalam pembukaan turnamen.

Ia menjelaskan, domino tidak hanya membutuhkan kemampuan bermain, tetapi juga konsentrasi dan kerja sama. Dua aspek tersebut dinilai penting dalam membangun kemampuan mengendalikan diri serta bekerja dalam tim.

Imam juga menyampaikan bahwa pengakuan domino sebagai olahraga resmi di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) perlu diikuti dengan dukungan bersama. Ia membuka peluang munculnya atlet-atlet domino dari berbagai kalangan, termasuk dari komunitas jurnalis.

Menurut dia, tantangan terbesar saat ini adalah mengubah persepsi masyarakat yang masih menghubungkan domino dengan permainan biasa atau perjudian. Karena itu, sosialisasi melalui organisasi olahraga dan media dinilai memiliki peran penting.

“Bagaimana mengangkat domino sebagai suatu olahraga yang berprestasi. Jadi, tidak melulu sesuatu yang asosiasinya dengan permainan atau judi,” ujarnya.

Sekretaris Umum KONI Jawa Timur Akmal Budiyanto mengapresiasi penyelenggaraan turnamen yang melibatkan jurnalis tersebut. Ia berharap media dapat membantu menyampaikan bahwa domino telah menjadi cabang olahraga resmi yang berada dalam pembinaan KONI.

“Domino sekarang sudah menjadi cabang olahraga yang resmi dan sah, serta diakui oleh KONI. Karena itu, arahnya harus menjadi olahraga prestasi,” tegas Akmal.

Akmal mengatakan domino sebenarnya telah lama dikenal masyarakat dan menjadi bagian dari berbagai aktivitas berkumpul. Namun, agar berkembang sebagai olahraga prestasi, diperlukan aturan pertandingan dan sistem kompetisi yang jelas.

Ia menyebut ORADO telah menyiapkan aturan yang akan diterapkan dalam berbagai kejuaraan. Selain itu, pembinaan atlet juga menjadi perhatian dengan telah terbentuknya kepengurusan ORADO di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

“Animonya sangat besar. Tinggal pengurus Orado Jawa Timur membuat program-program yang menyentuh langsung kegiatan-kegiatan yang menghasilkan atlet-atlet berprestasi,” katanya.

Akmal menambahkan, dana hibah dari APBD dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pembinaan dan pengembangan atlet sesuai ketentuan yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *