Example 728x250
Pendidikan

Australia Dukung Misi Kemanusiaan RSKKA, Layanan Kesehatan Jangkau Pulau Terluar

4
×

Australia Dukung Misi Kemanusiaan RSKKA, Layanan Kesehatan Jangkau Pulau Terluar

Sebarkan artikel ini
RSKKA

KABARPHATAS.COM, SURABAYA – Menjangkau masyarakat di pulau-pulau kecil bukan sekadar persoalan transportasi, tetapi juga memastikan hak setiap warga negara untuk memperoleh layanan kesehatan yang layak. Atas dasar itu, Konsulat Jenderal Australia di Surabaya memperkuat kemitraan dengan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA) melalui Direct Aid Program (DAP), sebuah program yang dirancang untuk memperluas akses pelayanan kesehatan hingga wilayah kepulauan.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari hubungan pembangunan antara Australia dan Indonesia yang terus berkembang. Selama hampir sepuluh tahun terakhir, kedua negara membangun kolaborasi di berbagai sektor strategis, mulai pendidikan, infrastruktur, ketahanan iklim, tata kelola pemerintahan, hingga penguatan layanan kesehatan masyarakat.

Example 300x600

Melalui Rencana Kemitraan Pembangunan Australia–Indonesia 2024–2028, kedua negara sepakat mendorong pembangunan yang lebih inklusif. Salah satu fokusnya adalah memperkuat sistem kesehatan agar mampu menjangkau kelompok masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan kepulauan.

Di Jawa Timur dan Jawa Tengah, komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga. Rumah sakit terapung milik Universitas Airlangga itu menjadi sarana pelayanan medis bergerak yang membawa dokter, tenaga kesehatan, obat-obatan, hingga edukasi kesehatan langsung ke tengah masyarakat.

Australia memandang bahwa peningkatan kualitas kesehatan tidak cukup hanya melalui pelayanan kuratif. Edukasi, promosi kesehatan, serta deteksi dini penyakit menjadi langkah penting untuk menekan risiko penyakit yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.

Namun, pendekatan tersebut masih sulit diterapkan secara optimal di kawasan kepulauan karena keterbatasan infrastruktur dan akses layanan kesehatan. Kehadiran RSKKA dinilai mampu menjawab tantangan itu dengan menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dan mudah dijangkau warga.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Wakil Konsul Jenderal Australia di Surabaya menghadiri pelepasan pelayaran RSKKA di Pelabuhan Kalimas, Surabaya, pada 12 Juli 2026. Kapal rumah sakit itu kemudian berlayar membawa tim medis untuk memberikan pelayanan kesehatan sekaligus penyuluhan kepada masyarakat di sejumlah pulau.

Perwakilan Konsulat Jenderal Australia di Surabaya, Glen Askew, juga mengikuti rangkaian kegiatan di Pulau Raas, Kabupaten Sumenep. Ia menghadiri pembukaan seminar mengenai kesehatan reproduksi dan bahaya pernikahan usia dini yang diikuti para siswa Madrasah Aliyah Sirajul Akhyar.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat melalui pendidikan kesehatan yang berkelanjutan.

Menteri Pembangunan Internasional, Usaha Kecil, dan Urusan Multikultural Australia, Anne Aly, mengatakan hubungan Australia dan Indonesia selama ini telah menghasilkan berbagai kolaborasi untuk menghadapi tantangan kesehatan bersama.

“Australia dan Indonesia memiliki sejarah panjang dalam bekerja sama untuk mengatasi tantangan kesehatan yang dihadapi kawasan kita bersama,” ujarnya saat berkunjung ke Indonesia.

Komitmen itu diperkuat melalui peluncuran Kemitraan Australia–Indonesia untuk Transformasi Kesehatan (KITA SEHAT). Program yang akan berlangsung selama delapan tahun tersebut difokuskan untuk meningkatkan kemampuan Indonesia dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons penyakit menular, termasuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kedaruratan kesehatan.

KITA SEHAT juga diarahkan untuk membangun sistem layanan kesehatan primer yang lebih kuat, adil, dan inklusif sehingga manfaat pembangunan kesehatan dapat dirasakan masyarakat di berbagai daerah, termasuk kawasan kepulauan.

Selain dukungan dari Pemerintah Australia, pelaksanaan Bakti 2026 RSKKA melibatkan berbagai mitra, antara lain HCML SKK Migas, OneMed, Kementerian Kesehatan RI, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), BPJS Kesehatan, RSUD Dr. Soetomo, Aperindo, Pelindo, serta Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Direktur Utama RSKKA, dr. Agus Harianto, Sp.B., mengatakan sinergi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang selama ini berada di wilayah dengan akses layanan terbatas.

“Semoga melalui kolaborasi ini, semakin banyak program kemitraan yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya untuk masyarakat kepulauan,” kata Agus Harianto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *