Example 728x250
Pendidikan

Unusa Terjunkan 604 Mahasiswa KKN di Surabaya, Usung Transformasi Kesehatan, Literasi, dan Bisnis Digital

3
×

Unusa Terjunkan 604 Mahasiswa KKN di Surabaya, Usung Transformasi Kesehatan, Literasi, dan Bisnis Digital

Sebarkan artikel ini
Unusa
Momen saat gunting pita oleh Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya.

KABARPHATAS.COM, SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mengubah pendekatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari sekadar agenda akademik menjadi ruang pengembangan solusi berbasis kebutuhan masyarakat.

Sebanyak 604 mahasiswa diterjunkan ke berbagai wilayah di Kota Surabaya dengan mandat tidak hanya menjalankan program pengabdian, tetapi juga memetakan persoalan yang akan menjadi pijakan riset dan program pemberdayaan berkelanjutan.

Example 300x600

Mahasiswa akan menjalani KKN selama lebih dari dua pekan di lima kecamatan, tujuh kelurahan, dan 42 Rukun Warga (RW). Mereka berasal dari 12 program studi, yakni S1 Keperawatan, S1 Pendidikan Dokter, S1 Kebidanan, S1 Gizi, S1 Kesehatan Masyarakat, D-IV Analis Kesehatan, S1 Sistem Informasi, S1 Akuntansi, S1 Manajemen, S1 PGSD, S1 PG PAUD, serta S1 Pendidikan Bahasa Inggris.

Rektor Unusa Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA., menegaskan KKN merupakan wahana bagi mahasiswa untuk menguji relevansi ilmu pengetahuan melalui penyelesaian persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung.

“Kami ingin setiap kelompok meninggalkan manfaat yang dapat terus dirasakan masyarakat. Karena itu hasil KKN tidak berhenti ketika mahasiswa kembali ke kampus, tetapi menjadi dasar riset, pengabdian dosen, hingga pengembangan program KKN berikutnya,” ujarnya saat pelepasan peserta KKN, Jumat (24/7/2026).

Menurut Tri Yogi, mahasiswa diharapkan hadir sebagai agen perubahan yang mampu membangun kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan. Kehadiran mereka tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program kerja, tetapi juga menghasilkan solusi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Model KKN tahun ini dirancang dengan pendekatan multidisiplin. Mahasiswa dari berbagai bidang ilmu ditempatkan dalam kelompok yang saling melengkapi agar mampu merumuskan solusi yang lebih komprehensif sesuai karakteristik sosial, ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan di setiap wilayah penugasan.

Wakil Rektor III Unusa Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto, DEA., DVM., mengatakan pemetaan lokasi dan program dilakukan bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Surabaya. Setiap wilayah telah memiliki fokus program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

“Jadi bukan hanya setelah KKN selesai, kami akan menindaklanjuti lewat program-program keberlanjutan,” katanya.

KKN Unusa 2026 mengusung tema Pemberdayaan Masyarakat Melalui Transformasi Kesehatan, Pendidikan, dan Bisnis Digital Berkelanjutan.

Tema tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai program yang mengintegrasikan aspek kesehatan masyarakat, penguatan pendidikan, peningkatan literasi, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam aktivitas ekonomi warga.

Salah satu program yang diperkenalkan adalah TIBA atau Titik Baca Perpustakaan Unusa. Program ini menyediakan akses bahan bacaan digital melalui pemindaian QR Code yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing lokasi.

Di wilayah yang memungkinkan, Unusa juga akan menghadirkan pojok baca dengan koleksi buku cetak sebagai upaya memperkuat budaya literasi.

Ketua Pelaksana KKN Unusa Dr. Gilang Nugraha menjelaskan seluruh temuan mahasiswa selama berada di lapangan akan didokumentasikan dan dievaluasi sebagai bahan pengembangan riset dosen serta program pengabdian kepada masyarakat.

Data tersebut juga menjadi dasar penyempurnaan penyelenggaraan KKN pada periode berikutnya sehingga kesinambungan program tetap terjaga.

Selain menghasilkan manfaat bagi masyarakat, pelaksanaan KKN juga diarahkan menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepemimpinan, kemampuan bekerja lintas disiplin, kepekaan sosial, serta kapasitas merancang inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Pendekatan tersebut diharapkan memperkuat posisi KKN sebagai jembatan antara aktivitas akademik, riset, dan pengabdian masyarakat dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *