Example 728x250
Syiar Syair

Kerinduan kepada Rasulullah Menggema di Haul Solo 2026, Ini Pesan H. Abdul Rohim

10
×

Kerinduan kepada Rasulullah Menggema di Haul Solo 2026, Ini Pesan H. Abdul Rohim

Sebarkan artikel ini
Haul Solo Kabarphatas
Pembina Majelis Ar-Rohimin, H. Abdul Rohim (kiri) bersama Owner Wisata Buah, H. Ali Ridwan di Posko 2 Majelis Ar-Rohimin.

KABARPHATAS.COM, SOLO – Haul Solo 2026 menjadi momentum bagi para pencinta Rasulullah SAW untuk kembali meneguhkan kecintaan kepada Baginda Nabi. Di tengah suasana penuh penghormatan kepada para ulama dan dzuriyah Rasulullah, pesan H. Abdul Rohim kepada para jemaah Majelis Ar-Rohimin dikemas dalam sebuah syair yang sederhana, tetapi sarat makna.

Syair tersebut bahkan dijadikan jargon pada kaos yang dikenakan tim relawan Majelis Ar-Rohimin selama rangkaian kegiatan Haul Solo 2026.

“Katakan kepada para perindu, sungguh perjumpaan dengan kekasih itu adalah obat hatiku.”

Bagi H. Abdul Rohim, kalimat tersebut bukan sekadar rangkaian kata yang memperindah pakaian para relawan. Syair itu merepresentasikan kerinduan batin seseorang kepada sosok yang dicintainya.

Dalam konteks kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW, ungkapan tersebut menjadi refleksi tentang bagaimana rasa cinta dan rindu kepada Nabi dapat tumbuh melalui selawat.

Ia memandang, kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diwujudkan melalui simbol atau ungkapan lisan.

Ada dimensi batin yang perlu dihidupkan, yakni menghadirkan rasa rindu ketika nama Rasulullah disebut dan ketika selawat dilantunkan.

Menurut H. Abdul Rohim, sebait syair tersebut memiliki kedalaman tersendiri bagi orang yang memahami makna cinta kepada Rasulullah.

Kerinduan itu bukan semata-mata kerinduan untuk bertemu secara fisik, melainkan kerinduan spiritual seorang umat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW yang menjadi teladan kehidupan.

Setiap kali membaca syair tersebut, H. Abdul Rohim mengaku merasakan getaran batin yang sulit diterjemahkan melalui kata-kata.

“Ada getaran yang tidak mudah dilukiskan ketika membaca syair itu. Rasanya seperti diingatkan kembali tentang kerinduan kepada Rasulullah,” ungkapnya.

Karena itu, ia berpesan kepada jemaah Majelis Ar-Rohimin agar tidak menjadikan selawat sebatas lantunan yang diucapkan berulang-ulang.

Haul Solo
Posko 2 Majelis Ar-Rohimin.

Selawat, menurutnya, perlu diiringi dengan kehadiran hati sehingga setiap lafaz yang keluar memiliki makna dan penghayatan.

Ia berharap para jemaah dapat memantapkan hati ketika melantunkan selawat. Bukan sekadar mengejar banyaknya bacaan, tetapi menghadirkan rasa cinta, penghormatan, dan kerinduan kepada Rasulullah SAW.

“Ketika berselawat, mantapkan hati. Lantunkan dengan hati, dengan harapan suatu saat kelak kita mendapatkan kesempatan untuk berjumpa dengan Rasulullah,” pesannya.

Kerinduan itulah yang ingin terus dirawat H. Abdul Rohim. Ia berharap kecintaan kepada selawat tidak berhenti selama kegiatan majelis atau momentum haul berlangsung.

Sebaliknya, selawat diharapkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, menjadi kebiasaan yang tumbuh dari kecintaan, bukan sekadar rutinitas.

Bagi dirinya, semakin seseorang mencintai selawat, semakin kuat pula upaya untuk menjaga hubungan batin dengan Rasulullah.

Selawat menjadi salah satu cara untuk terus mengingat Nabi, mengenang akhlaknya, serta menumbuhkan keinginan untuk mengikuti tuntunan yang telah beliau wariskan.

Pesan tersebut terasa semakin relevan dalam rangkaian Haul Solo 2026. Ribuan pencinta Rasulullah yang hadir tidak hanya dipertemukan oleh sebuah agenda tahunan, tetapi juga oleh ikatan kecintaan kepada para ulama dan dzuriyah Rasulullah.

Di tengah hiruk-pikuk persiapan dan pelayanan jemaah, tim relawan Majelis Ar-Rohimin memilih membawa pesan tersebut melalui sesuatu yang sederhana: kaos yang mereka kenakan.

Tulisan syair di dalamnya menjadi pengingat bahwa di balik aktivitas pelayanan, terdapat nilai yang hendak mereka bawa yakni kerinduan kepada Rasulullah dan kecintaan kepada orang-orang yang menjaga serta meneruskan ajaran beliau.

H. Abdul Rohim pun berharap semangat Haul Solo 2026 tidak berhenti ketika rangkaian acara selesai. Ia ingin kerinduan kepada Rasulullah yang tumbuh di tengah majelis dapat dibawa pulang oleh setiap jemaah dan diwujudkan melalui semakin dekatnya hati kepada selawat.

Sebab bagi para perindu Rasulullah, setiap lantunan selawat bukan hanya suara yang keluar dari lisan.

Di dalamnya ada harapan, kecintaan, dan kerinduan yang terus dijaga agar tetap hidup dalam hati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *