Example 728x250
Pendidikan

Universitas Terbuka Gandeng Pemerintah dan Masyarakat Perkuat Kampung Lali Gadget Sidoarjo

3
×

Universitas Terbuka Gandeng Pemerintah dan Masyarakat Perkuat Kampung Lali Gadget Sidoarjo

Sebarkan artikel ini
Universitas Terbuka

KABARPHATAS.COM, SIDOARJO – Pengembangan destinasi wisata edukasi berbasis masyarakat tidak dapat berjalan secara parsial. Dibutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, pengelola, serta warga untuk memastikan program yang dibangun mampu memberikan manfaat jangka panjang.

Semangat kolaboratif tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Penguatan Wisata Edukasi Kampung Lali Gadget melalui Revitalisasi Fasilitas Belajar Alam Terbuka dan Permainan Tradisional yang digelar di Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (23/6/2026).

Example 300x600

Kegiatan yang diinisiasi Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Terbuka itu dipimpin Ketua Tim, Prof. Dr. Tri Dyah Prastiti, M.Pd. Sebanyak 52 peserta dari berbagai unsur pemangku kepentingan hadir untuk merumuskan arah pengembangan Kampung Lali Gadget secara partisipatif dan berkelanjutan.

Forum tersebut menjadi ruang dialog bersama untuk memetakan tantangan, peluang, serta strategi penguatan Kampung Lali Gadget yang selama ini dikenal sebagai ruang belajar alternatif bagi anak-anak melalui aktivitas alam terbuka, permainan tradisional, pendidikan karakter, dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam diskusi, peserta membahas lima aspek utama pengembangan. Masing-masing meliputi revitalisasi fasilitas belajar alam terbuka, optimalisasi permainan tradisional sebagai media pendidikan, penyusunan program kegiatan anak yang lebih terstruktur, peningkatan kapasitas pendamping lokal, serta penguatan tata kelola kelembagaan agar program mampu berkembang secara berkelanjutan.

Prof. Tri Dyah Prastiti menegaskan bahwa pendekatan partisipatif menjadi kunci dalam setiap program pengabdian masyarakat. Menurutnya, keterlibatan seluruh unsur masyarakat sejak tahap perencanaan akan memperbesar peluang keberhasilan program.

“Program pengabdian harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat. Karena itu, pengelola, pemerintah desa, pendamping, orang tua, tokoh masyarakat, dan unsur pemuda perlu terlibat sejak tahap perencanaan,” ujarnya.Universitas Terbuka

Ia menjelaskan, FGD tidak sekadar menjadi forum identifikasi persoalan yang dihadapi Kampung Lali Gadget. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk menyepakati prioritas program sekaligus membangun komitmen bersama mengenai pembagian peran dan tanggung jawab masing-masing pihak.

Berbagai masukan yang muncul selama diskusi menunjukkan bahwa Kampung Lali Gadget memiliki modal sosial yang kuat untuk berkembang sebagai destinasi wisata edukasi desa.

Namun, sejumlah kebutuhan masih perlu mendapat perhatian, mulai dari penyediaan fasilitas yang aman dan ramah anak, pengembangan program edukatif yang sistematis, peningkatan kompetensi pendamping, hingga penyusunan mekanisme monitoring dan evaluasi yang terukur.

Peserta FGD turut menyampaikan pengalaman lapangan dan aspirasi masyarakat yang selama ini terlibat dalam pengelolaan kegiatan. Seluruh masukan tersebut akan dipetakan berdasarkan tingkat urgensi, kelayakan implementasi, manfaat bagi anak dan masyarakat, serta potensi keberlanjutannya.

Dalam skema kolaborasi yang dirancang, pemerintah desa diharapkan memberikan dukungan kebijakan sekaligus mengintegrasikan pengembangan Kampung Lali Gadget ke dalam agenda pembangunan desa.

Sementara itu, pengelola dan masyarakat berperan dalam pelaksanaan program serta pemeliharaan fasilitas yang tersedia.

Di sisi lain, perguruan tinggi akan memberikan dukungan akademik melalui pendampingan, pelatihan, evaluasi program, hingga pengembangan model wisata edukasi yang dapat direplikasi pada wilayah lain dengan karakteristik serupa.

Hasil FGD nantinya akan dituangkan dalam dokumen rekomendasi dan rencana tindak lanjut sebagai acuan pelaksanaan program pengabdian masyarakat berikutnya.

Agenda yang akan dikembangkan mencakup revitalisasi fasilitas belajar, penyusunan aktivitas edukatif berbasis permainan tradisional, pelatihan pendamping kreatif, serta penguatan sistem manajemen dan kelembagaan Kampung Lali Gadget.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *