Example 728x250
Pendidikan

Stella Christie: AI Tak Bisa Gantikan Cara Manusia Berpikir Kritis

3
×

Stella Christie: AI Tak Bisa Gantikan Cara Manusia Berpikir Kritis

Sebarkan artikel ini
ITS
Wamen Diktisaintek RI Prof Stella Christie PhD ajak mahasiswa baru ITS untuk tetap berpikir kritis di era yang serba AI saat ini.

KABARPHATAS.COM, SURABAYA – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek) RI Prof. Stella Christie PhD mengingatkan mahasiswa baru Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) agar tidak memandang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai solusi untuk seluruh persoalan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kemampuan berpikir kritis dinilai tetap menjadi keunggulan utama manusia.

Pesan tersebut disampaikan Stella saat menjadi pembicara pada Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) ITS 2026 di GOR Pertamina ITS, Surabaya, Rabu (5/8/2026).

Example 300x600

Ribuan mahasiswa baru mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari pembekalan memasuki dunia pendidikan tinggi.

Dalam pemaparannya, Stella mengajak mahasiswa memahami perkembangan AI secara lebih utuh. Menurutnya, setiap kemajuan teknologi selalu membawa konsekuensi yang harus dipahami, bukan sekadar disambut dengan antusiasme.

Ia mencontohkan sejarah munculnya economic bubble, seperti perdagangan tulip di Belanda hingga dot-com bubble, sebagai pengingat bahwa euforia terhadap sebuah inovasi dapat memunculkan ekspektasi yang tidak selalu sejalan dengan kenyataan.

“Hampir semua persoalan sekarang dijawab dengan AI. Kondisi ini perlu dipandang secara kritis agar kita mampu melihat manfaat sekaligus risikonya,” ujarnya.

Selain menyoroti aspek sosial, Stella juga mengingatkan besarnya kebutuhan energi dan air yang digunakan pusat data AI. Infrastruktur tersebut memerlukan sumber daya dalam jumlah besar untuk mendukung proses komputasi yang terus berkembang.

Menurutnya, meningkatnya penggunaan AI harus dibarengi dengan perhatian terhadap isu keberlanjutan. Pemanfaatan teknologi sebaiknya mempertimbangkan dampaknya terhadap ketersediaan sumber daya di masa depan.

“Kita perlu menilai apakah manfaat yang dihasilkan AI benar-benar sepadan dengan sumber daya yang dikorbankan,” katanya.

Stella juga menyoroti perubahan yang mulai terjadi di dunia kerja. Kemampuan AI menghasilkan kode program dan menyelesaikan berbagai pekerjaan secara cepat membuat sejumlah profesi menghadapi tantangan baru.

Karena itu, lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki kemampuan yang tidak dapat digantikan mesin, seperti berpikir kritis, berkolaborasi, beradaptasi, dan menciptakan inovasi.

Ia menjelaskan, perguruan tinggi memiliki peran penting melalui tiga fungsi utama, yakni menciptakan pengetahuan (creation of knowledge), mentransmisikan pengetahuan (transmission of knowledge), serta mengkurasi pengetahuan (curation of knowledge).

Menurut Stella, AI memang mampu mengolah data dalam jumlah besar dan menyajikan informasi secara instan. Namun, teknologi tersebut belum memiliki kemampuan untuk menentukan makna, konteks, serta nilai dari sebuah pengetahuan sebagaimana dilakukan manusia.

Kemampuan mengkurasi informasi inilah yang dinilai menjadi pembeda utama antara manusia dan kecerdasan buatan. Peran tersebut sekaligus menjadi tanggung jawab kalangan akademisi dalam menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia pun mengajak mahasiswa baru ITS memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kemampuan analisis, memperluas jejaring, membangun pengalaman kolaborasi, dan memperkuat karakter.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting menghadapi perubahan yang dipicu perkembangan teknologi.

Melalui pembekalan di PKKMB ITS 2026, Stella berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga mampu menguasai kemampuan berpikir kritis dan menghadirkan solusi inovatif yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Bekal tersebut menjadi modal penting agar lulusan perguruan tinggi tetap memiliki daya saing di era AI yang terus berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *