KABARPHATAS.COM, LOMBOK – Syiar Islam melintasi batas wilayah. PT Metatu Nusantara Jaya (PT MNJ) bersama Majelis Ar-Rohimin menggelar Safari Sholawat di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Senin malam (12/10/2026). Kegiatan ini menjadi pelaksanaan perdana di luar Pulau Jawa setelah sebelumnya digelar di Pulau Madura.
Safari sholawat tersebut menghadirkan sejumlah ulama dan tokoh agama, di antaranya Habib Syech Abdul Qadir Assegaf, Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan, Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsy atau Habib Ali Kwitang, serta DR. TGB. Muhammad Zainul Majdi, MA. Lantunan selawat dalam acara itu diiringi Hadrah Ahbabul Mustofa.
Rombongan yang hadir terdiri atas staf PT MNJ, Srikandi, dan jemaah Majelis Ar-Rohimin. Selain menjadi ruang untuk melantunkan selawat bersama, kegiatan tersebut diarahkan untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat persaudaraan di tengah masyarakat.
Pembina Majelis Ar-Rohimin yang juga Direktur Utama PT MNJ, H. Abdul Rohim, mengatakan safari sholawat merupakan bagian dari ikhtiar menanamkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Menurut dia, selawat dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Rasulullah sekaligus memperkuat hubungan antarsesama umat.
Abdul Rohim menilai, penyelenggaraan kegiatan di luar Pulau Jawa membuka kesempatan untuk memperluas jangkauan dakwah dan mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah dalam suasana kebersamaan.
“Dengan begitu, insyaallah akan tumbuh persatuan dan kesatuan, sehingga cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 sesuai dengan program pemerintah bisa dicapai,” ujarnya.
Ia menegaskan, pesan utama yang ingin dibawa melalui Safari Sholawat adalah menghidupkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Abdul Rohim berharap jemaah tidak hanya mengikuti lantunan selawat dalam majelis, tetapi juga menjaga keikhlasan dalam beribadah dan menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam tausiah pada kesempatan yang sama, Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan mengingatkan jemaah agar mensyukuri kesempatan menghadiri majelis ilmu, zikir, dan selawat. Ia menyebut kehadiran seseorang dalam majelis keagamaan sebagai anugerah sekaligus pertolongan Allah SWT.



