KABARPHATAS.COM, SURABAYA – Kesejahteraan wartawan dan independensi pers menjadi pokok pembahasan dalam kunjungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tabalong ke PWI Provinsi Jawa Timur, Jumat (23/10/2026).
Rombongan berjumlah 30 orang itu dipimpin Kepala Diskominfo Kabupaten Tabalong Eddy Suriyani dan Ketua PWI Tabalong Nur Ali. Mereka diterima sejumlah pengurus harian PWI Jatim, yakni Sekretaris PWI Jatim Syaiful Anam, Ketua Bidang Kerja Sama Sokip, Ketua Bidang Pendidikan Wahyu Kuncoro, Wakil Sekretaris Tarmuji, serta Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Jatim Fery Iz Mirza.
Sekretaris PWI Jatim Syaiful Anam menyampaikan bahwa Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim berhalangan hadir karena bersamaan membuka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan PWI Probolinggo.
“Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim menyampaikan salam dan permohonan maaf karena bersamaan sedang membuka UKW yang diselenggarakan PWI Probolinggo,” ujar Syaiful Anam.
Eddy Suriyani mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus menggali pengalaman PWI Jatim dalam membangun kemitraan dengan pemerintah daerah.
Menurut dia, pengalaman tersebut dapat menjadi referensi bagi Kabupaten Tabalong dalam mendukung branding program prioritas pemerintah tanpa mengurangi independensi pers.
Ia juga ingin mengetahui kemungkinan penerapan model forum komunikasi, protokol verifikasi informasi, serta pelatihan bersama yang dapat dikembangkan di Kabupaten Tabalong.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak turut membahas program kesejahteraan wartawan, tantangan menghadapi derasnya arus informasi di media sosial, penyebaran berita bohong atau hoaks, serta dampak pemberitaan pers terhadap para pemangku kebijakan.
Ketua PWI Kabupaten Tabalong Nur Ali menilai PWI Jawa Timur memiliki pengalaman yang layak dipelajari, baik dari sisi jumlah anggota maupun kualitas organisasi.
“Karena itu kami ingin belajar,” ujarnya.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, pengurus harian PWI Jatim secara bergantian menjelaskan pengalaman organisasi, termasuk dalam membangun hubungan dengan pemerintah tanpa mengesampingkan fungsi pers sebagai pengawas kekuasaan.
Syaiful Anam dan pengurus lainnya menjelaskan bahwa kemitraan dengan pemerintah harus tetap berjalan seiring dengan independensi dan tanggung jawab jurnalistik.
Prinsip tersebut, menurut mereka, sejalan dengan Peraturan Dasar PWI hasil Konkernas PWI di Banten pada 7–8 Februari 2026, khususnya Bab II Pasal 4.
Ketentuan tersebut memuat komitmen wartawan anggota PWI untuk berperan serta dalam pembangunan bangsa dan negara. Dalam konteks daerah, PWI Jatim mendukung program pembangunan yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Namun, dukungan terhadap pembangunan tidak menghilangkan fungsi kontrol pers. Wartawan tetap memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan kritik, koreksi, dan saran secara independen serta bertanggung jawab.
Selain independensi pers, kesejahteraan wartawan menjadi perhatian dalam pemaparan PWI Jatim. Sejumlah program yang dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak antara lain penyediaan rumah bagi wartawan yang belum memiliki tempat tinggal, program bedah rumah, serta kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
PWI Jatim juga menjalankan program beasiswa bagi keluarga wartawan. Perhatian terhadap wartawan lanjut usia tetap dijaga melalui kegiatan silaturahmi dan pemberian santunan.
Di bidang organisasi, pembinaan anggota dilakukan melalui peningkatan kompetensi dengan berbagai kegiatan, seperti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK), UKW, rapat kerja, pendidikan dan pelatihan, serta seminar.
Peningkatan kompetensi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas karya jurnalistik sekaligus memperkuat profesionalisme wartawan di tengah derasnya arus informasi media sosial yang tidak selalu melalui proses verifikasi.
Kerja sama PWI Jatim dengan sejumlah dinas komunikasi dan informatika di kabupaten dan kota di Jawa Timur juga telah berjalan, terutama dalam penyelenggaraan UKW dan OKK. Selain kegiatan peningkatan kompetensi, kolaborasi tersebut mencakup penyelenggaraan perjalanan pers atau press tour bersama wartawan.



