Example 728x250
Pendidikan

ARSHA Spensabaya 2026 Soroti Deteksi Dini Skoliosis pada Anak

5
×

ARSHA Spensabaya 2026 Soroti Deteksi Dini Skoliosis pada Anak

Sebarkan artikel ini
ARSHA Spensabaya Kabarphatas

KABARPHATAS.COM, SURABAYA – Tidak semua kelainan tulang belakang menimbulkan rasa sakit. Pada remaja, skoliosis bahkan bisa luput dari perhatian karena perubahan bentuk tubuhnya tidak selalu disertai keluhan.

Kondisi inilah yang menjadi perhatian SMP Negeri 1 Surabaya melalui program Aksi Remaja Hebat (ARSHA) Spensabaya, Rabu (21/10/2026).

Bertempat di aula sekolah, kegiatan bertema “Hidup Sehat, Aktif dan Produktif Melalui Deteksi Dini Skoliosis” tersebut mengajak siswa dan orang tua memahami tanda-tanda kelainan tulang belakang serta pentingnya pemeriksaan sejak dini.

Program ini menjadi bagian dari upaya sekolah dan komite dalam meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan peserta didik.

Pelaksanaannya turut melibatkan Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), serta Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Kepala SMP Negeri 1 Surabaya, Eko Widayani, S.Pd., M.Pd., mengatakan ARSHA merupakan program edukasi rutin yang setiap tahun mengangkat persoalan berbeda sesuai kebutuhan siswa.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur karena dari tahun ke tahun dapat menyelenggarakan program-program untuk anak didik kami yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Untuk tahun ini, kami menitikberatkan pada edukasi tentang deteksi dini skoliosis,” ujarnya.

Menurut Widayani, pengetahuan mengenai skoliosis perlu dimiliki siswa maupun orang tua. Sebab, masa pertumbuhan merupakan periode ketika perubahan pada tubuh perlu mendapat perhatian.

Melalui edukasi ini, sekolah berharap siswa dapat mengenali perubahan postur yang mencurigakan, sementara orang tua memahami kapan anak perlu menjalani pemeriksaan medis.

Upaya tersebut juga diharapkan mendukung terwujudnya generasi muda yang sehat dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Ketua Komite SMPN 1 Surabaya, Siska Citra Amalia, Sp.THT-BKL., menuturkan bahwa ARSHA merupakan program komite yang melibatkan wali murid dan didukung pihak sekolah.

Sasarannya terutama peserta didik kelas VII dan VIII. Tema yang diangkat pun disesuaikan dengan kebutuhan edukasi siswa. Jika sebelumnya membahas kebijaksanaan dalam menggunakan media sosial, tahun ini perhatian diarahkan pada kesehatan tulang belakang.

“Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan wawasan kepada anak-anak kita. Kemudian, melalui deteksi dini skoliosis, kami juga ingin mengarahkan para wali murid tentang bagaimana cara penanganannya agar tidak terlambat,” kata Siska.

Dokter spesialis ortopedi, dr. Erreza Rahardiansyah, menjelaskan bahwa skoliosis merupakan kelainan bentuk tulang belakang yang melengkung ke samping. Kondisi ini dapat mulai terlihat pada usia remaja, termasuk ketika anak duduk di bangku SMP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *