Example 728x250
Pendidikan

FKH UNAIR Kenalkan Teknologi Probiotik untuk Pakan Ternak di Bojonegoro

7
×

FKH UNAIR Kenalkan Teknologi Probiotik untuk Pakan Ternak di Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
FKH Unair Kabarphatas

KABARPHATAS.COM, BOJONEGORO – Melimpahnya sumber pakan ternak belum sepenuhnya menjamin produktivitas peternakan masyarakat. Di Desa Sedeng, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (FKH UNAIR) berupaya menjembatani persoalan tersebut melalui alih teknologi pengolahan pakan hijauan menggunakan probiotik.

Upaya itu diwujudkan melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk pemberdayaan masyarakat desa binaan berkelanjutan yang berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

Program tersebut diarahkan untuk memperkenalkan teknologi pengolahan pakan sekaligus memperkuat pengetahuan peternak dalam memanfaatkan potensi pakan yang tersedia di lingkungan mereka.

Ketua pelaksana pengabdian masyarakat, Prof. Dr. Sunaryo Hadi Warsito, drh., MP., mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan ilmu pengetahuan tidak berhenti di ruang pendidikan, tetapi juga dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat.

“Kami dari perguruan tinggi tidak hanya fokus pada pengajaran, tetapi juga ilmu kami sebarkan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Sunaryo, pendampingan berbasis ilmu pengetahuan diharapkan membantu masyarakat memaksimalkan potensi pakan ternak yang dimiliki.

Ia juga berharap pembinaan terhadap warga dapat berlanjut dengan melibatkan fakultas lain di UNAIR sehingga pemberdayaan masyarakat memperoleh dukungan dari berbagai disiplin ilmu.

“Jika banyak yang mendukung dari berbagai disiplin ilmu kan lebih bagus,” katanya.

Kepala Desa Sedeng, H. Sutomo, S.Pd., mengatakan sekitar 60 persen warga desanya menjalankan usaha peternakan. Jenis ternak yang dipelihara beragam, mulai dari ayam, lele, sapi, kambing, hingga bebek.

Besarnya keterlibatan warga dalam usaha peternakan membuat pendampingan mengenai pakan dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Sutomo menilai kehadiran FKH UNAIR dapat membantu warga memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha mereka.

“Sehingga ini tepat sekali bagi FKH UNAIR untuk melakukan bimbingan terkait pakan ternak ke warga Sedeng,” tuturnya.

Selama ini, menurut Sutomo, pengetahuan beternak masyarakat masih banyak diperoleh melalui kebiasaan dan diwariskan secara turun-temurun dari orang tua.

Pola tersebut menjadi salah satu tantangan bagi peternak dalam mengoptimalkan hasil usaha, meskipun Desa Sedeng memiliki sumber pakan ternak yang melimpah.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, dr. Hendri Susilo Nugroho, turut hadir.

FKH UNAIR juga membagikan probiotik kepada seluruh peternak yang mengikuti kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas ternak.

Sekitar 45 peternak mengikuti program pendampingan tersebut. Melalui pengenalan teknologi pengolahan pakan hijauan dan pemberian probiotik, para peternak diharapkan memiliki pengetahuan tambahan untuk memanfaatkan sumber pakan secara lebih optimal dalam menjalankan usaha peternakan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *