Example 728x250
Pendidikan

FKH UNAIR Latih Warga Abar Abir Gresik Olah Telur, Susu, dan Daging

8
×

FKH UNAIR Latih Warga Abar Abir Gresik Olah Telur, Susu, dan Daging

Sebarkan artikel ini
FKH Unair Kabarphatas

KABARPHATAS.COM, GRESIK – Hasil ternak tidak harus berhenti sebagai bahan konsumsi. Di Desa Abar Abir, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, potensi tersebut mulai diarahkan menjadi produk olahan yang dapat membuka peluang usaha dan memperkuat ekonomi keluarga.

Upaya itu dilakukan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Sabtu (3/10/2026). Warga mendapatkan pelatihan pengolahan hasil ternak berupa telur asin, yoghurt, dan abon.

Kegiatan tersebut menyasar masyarakat Desa Abar Abir, khususnya ibu-ibu PKK. FKH UNAIR berharap keterampilan yang diberikan dapat dikembangkan menjadi diversifikasi usaha yang dimulai dari lingkungan rumah tangga.

Ketua Pelaksana Pengmas FKH UNAIR di Gresik, Dr Yeni Dhamayanti drh MKes PAVet, mengatakan keterampilan mengolah hasil ternak dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha secara mandiri.

“Kami mengajak masyarakat yang berawal dari ibu-ibu PKK untuk bisa melakukan diversifikasi usaha, sehingga bisa meningkatkan ekonomi berawal dari rumah tangga,” tuturnya.

Menurut Yeni, kemandirian ekonomi yang dibangun dari tingkat rumah tangga berpotensi memberikan dampak lebih luas. Karena itu, pelatihan yang diberikan tidak diharapkan berhenti sebagai kegiatan sesaat.

“Mandiri di rumah tangga, jika itu sudah terpenuhi, maka ekonomi daerah juga akan meningkat. Tidak hanya UMKM, nantinya bisa jadi perekonomian yang besar,” ungkapnya.

Program tersebut juga tidak berhenti setelah pelatihan selesai. FKH UNAIR menyiapkan pendampingan selama dua tahun dengan monitoring secara berkala.

Pendampingan akan melihat berbagai potensi dan tantangan peternakan yang dihadapi masyarakat. Desa Abar Abir sendiri memiliki warga yang banyak memelihara sapi dan kambing.

“Pengmas ini akan berlangsung selama dua tahun, akan kami monitoring secara berkala. Tidak berhenti di situ, di sini masyarakat kebanyakan memelihara sapi dan kambing, kami akan bantu untuk berbagai tantangan yang ada tersebut,” jelas Yeni.

Wakil Dekan FKH UNAIR Prof Dr Epy Muhammad Luqman drh MSi mengatakan, kegiatan di Desa Abar Abir menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat keilmuan kedokteran hewan kepada masyarakat.

Ia menilai peran dokter hewan memiliki ruang yang lebih luas daripada sekadar menangani persoalan penyakit hewan. Produk ternak dan pangan masyarakat juga menjadi bagian yang dapat dikembangkan melalui keilmuan tersebut.

“Dokter hewan bukan sekadar berkutat pada penyakit hewan saja. Kami juga concern kepada produk-produk ternak dan pangan masyarakat,” ujarnya.

Potensi tersebut, kata Epy, masih dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai disiplin ilmu. Kolaborasi dapat dilakukan mulai dari pengolahan produk hingga pemasaran.

“Bisa saja nanti ada disiplin ilmu yang lain. Potensi ke depan akan banyak kolaborasi berbagai bidang, mulai dari pengolahan hingga marketing,” jelasnya.

Rencana pendampingan selama dua tahun tersebut sekaligus menjadi bagian dari target keberlanjutan program pengabdian FKH UNAIR.

Yeni mengatakan, kegiatan tersebut diarahkan agar manfaat yang diberikan dapat berkembang menjadi kemandirian ekonomi masyarakat.

“Ada target keberlanjutan yaitu dampak kemandirian ekonomi yang nantinya bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Kepala Desa Abar Abir Farich Masruri menyambut baik kehadiran FKH UNAIR. Ia berharap pengetahuan dan keterampilan yang diberikan dapat benar-benar diterapkan masyarakat dalam mengembangkan potensi yang ada di desa.

“Selamat datang di Desa Abar Abir. Semoga menjadi keberkahan dan kebermanfaatan,” ungkapnya.

Farich juga menyampaikan terima kasih atas niat FKH UNAIR berbagi pengetahuan mengenai pengolahan hasil ternak. Menurut dia, ilmu yang diberikan akan lebih berarti apabila dapat diterapkan langsung oleh warga.

“Terima kasih atas niat baik dan ilmu terkait dengan pengolahan ternak. Semoga ilmu yang nanti disajikan mampu diaplikasikan oleh para warga yang ada di sini,” katanya.

Kegiatan di Desa Abar Abir menjadi bagian dari kiprah pengabdian FKH UNAIR setelah sebelumnya menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Bojonegoro dan Lamongan.

Di Gresik, program tersebut dilanjutkan melalui pelatihan dan pendampingan dengan memanfaatkan potensi peternakan yang dimiliki masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *