Tidak hanya persoalan konflik, peran bahasa agama juga diarahkan pada isu lingkungan. Nasaruddin mendorong para pemimpin agama ikut membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga alam serta mencegah eksploitasi sumber daya secara berlebihan.
“Mari kita juga menggunakan bahasa agama untuk menyadarkan warga masyarakat, warga manusia untuk mencegah terjadinya kerusakan alam yang sedemikian dahsyat ini,” katanya.
Ia secara khusus menyebut para pengelola hutan, laut, dan sumber daya alam lainnya agar tidak melakukan tindakan yang melampaui batas.
Gagasan mengenai hubungan agama dan lingkungan tersebut menjadi salah satu bagian pembahasan dalam IGIC 2026 melalui isu ekoteologi.
Dalam pandangan Nasaruddin, masjid dapat menjadi ruang yang mempertemukan persoalan keagamaan dengan kepedulian terhadap kemanusiaan dan lingkungan.
Semangat tersebut juga hendak diperluas melalui dialog lintas agama. Nasaruddin menyampaikan rencana mengundang para pemimpin rumah ibadah dari agama lain untuk duduk bersama dan membicarakan persoalan kemanusiaan.
“Insyaallah kelanjutan daripada International Grand Imam Conference ini, kami juga akan menggagas pertemuan dengan pimpinan-pimpinan rumah-rumah ibadah lain non-muslim, pimpinan-pimpinan Katolik, gereja, rumah-rumah ibadah yang lain,” ungkapnya.
Menurut Nasaruddin, seluruh umat beragama memiliki tema sentral yang sama, yakni kemanusiaan. Dari gagasan tersebut, ia memperkenalkan konsep ukhuwah makhluqiyah sebagai bentuk persaudaraan sesama makhluk, di samping ukhuwah basyariyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah Islamiyah.
“Bahkan ada satu ukhuwah selain ukhuwah basyariyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah Islamiyah. Ada satu konsep ukhuwah yang lain mungkin perlu kita kembangkan, ukhuwah makhluqiyah. Persaudaraan kita sebagai sesama makhluk,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia IGIC 2026 M Sabilul Alif mengatakan sebanyak 49 delegasi internasional dari 39 negara telah terkonfirmasi hadir dalam konferensi tersebut hingga pembukaan.
Para delegasi terdiri atas Grand Imam, Grand Mufti, serta tokoh agama dari berbagai kawasan dunia. Mereka hadir untuk bertukar gagasan dan pengalaman mengenai kontribusi kepemimpinan agama dalam menghadapi berbagai tantangan global.
IGIC 2026 berlangsung pada 25–28 September 2026. Konferensi tersebut mengusung tema “Masjid Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peace”, dengan pembahasan mengenai peran masjid dalam membangun harmoni, diplomasi keagamaan, perdamaian global, serta potensi ekonomi kemasjidan.



