Example 728x250
Teknologi

BRIN dan UGM Gelar ISAST 2026, Riset Roket hingga Astrofisika Jadi Sorotan

13
×

BRIN dan UGM Gelar ISAST 2026, Riset Roket hingga Astrofisika Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
ISAST Kabarphatas

Kompetisi bertema “Next-Gen Skies: Future Breakthroughs in Aerospace, Drone, and Space Technologies” itu diikuti 166 karya mahasiswa dari 26 negara yang tersebar di lima benua.

Kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk memamerkan gagasan. Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara juga membuka ruang pertukaran ide mengenai bagaimana teknologi aerospace dapat dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masa depan.

Pemenang Aerospace Innovation Challenge dijadwalkan diumumkan pada penutupan konferensi, Rabu, 7 Oktober 2026.

Menariknya, penyelenggara juga membawa penggunaan kecerdasan buatan ke dalam layanan konferensi. Peserta dapat mengakses berbagai kebutuhan melalui portal resmi ISAST, mulai dari pendaftaran, pembayaran, pengunggahan materi presentasi, jadwal kegiatan hingga pemesanan ekskursi.

Portal tersebut juga dilengkapi asisten AI bernama “Mr. Peo” yang dapat membantu menjawab pertanyaan peserta. Sementara itu, fitur Collab Corner disiapkan sebagai ruang untuk mempertemukan peserta yang memiliki minat penelitian serupa dan membuka peluang kolaborasi lintas negara.ISAST

Rangkaian agenda utama dijadwalkan dibuka pada Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB. Upacara pembukaan akan dihadiri dan diisi sambutan Kepala BRIN serta perwakilan UGM dan i-CATS University College.

Sejumlah pembicara dijadwalkan tampil dalam sesi pleno, di antaranya Dr.-Ing. Javensius Sembiring, Prof. Dr. Mohd Yazid dari Universiti Teknologi Malaysia, Prof. Dr. Shuhaimi bin Mansor, dan Prof. Dr. Ahmad Zulfaa bin Mohamed Kassim.

Ketua Panitia ISAST 2026, Soleh Fajar Junjunan, mengatakan perkembangan teknologi roket, drone dan antariksa sebenarnya bukan sesuatu yang jauh dari Indonesia. Riset di bidang tersebut juga terus dilakukan oleh peneliti dan mahasiswa dalam negeri.

“Banyak orang Indonesia senang mengikuti berita roket, drone, dan antariksa. Kami ingin publik tahu bahwa riset di bidang ini juga dikerjakan di sini, oleh peneliti dan mahasiswa Indonesia bersama rekan dari banyak negara,” kata Soleh yang juga merupakan peneliti BRIN.

ISAST pertama kali diselenggarakan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) pada 2013. Setelah kelembagaan LAPAN menjadi bagian dari BRIN, forum tersebut terus dilanjutkan sebagai wadah pertemuan ilmuwan, akademisi, industri dan pemangku kepentingan di bidang penerbangan serta antariksa.

ISAST 2026 mendapat dukungan dari PT DAHANA, PT GMF AeroAsia, PT Nusantara Secom InfoTech, Anton Paar melalui PT Elementa Laboratoria Indonesia, TRUF, dan AERING.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *