KABARPHATAS.COM, SURABAYA – Tim Bayucaraka Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mencatatkan prestasi dalam Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026. Tim robot terbang tersebut berhasil menyandang gelar Juara Umum setelah meraih sejumlah prestasi dalam kompetisi yang berlangsung selama lima hari di Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga Jumat (25/9/2026).
KRTI 2026 menjadi ajang kompetisi teknologi Unmanned Aerial Vehicle yang mempertemukan 94 tim dari 43 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Bagi Tim Bayucaraka ITS, kompetisi tersebut tidak hanya menjadi arena untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi ruang untuk menguji hasil riset dan pengembangan teknologi yang telah mereka kerjakan.
General Manager Tim Bayucaraka ITS, Putu Arya Yubi Wirayudha, mengatakan setiap kategori dalam KRTI memiliki karakter tantangan yang berbeda. Karena itu, tim harus menyesuaikan riset dan pengembangan teknologi dengan kebutuhan masing-masing misi.
“Bukan hanya sekadar tempat mencapai juara, tetapi bagaimana inovasi kami dapat diterapkan di kompetisi yang sebenarnya,” tutur Yubi.
Persiapan menghadapi KRTI 2026 telah dilakukan sejak kompetisi tahun sebelumnya berakhir. Proses tersebut mencakup berbagai tahapan, mulai dari riset, desain, pembuatan, pengujian hingga evaluasi secara berulang.
Menurut Yubi, proses panjang tersebut diperlukan untuk memastikan setiap wahana yang dikembangkan dapat bekerja secara optimal ketika digunakan di lapangan. Terlebih, setiap kategori lomba memiliki karakteristik misi dan tantangan yang berbeda.
Pada kategori Fixed Wings, Tim Bayucaraka ITS berhasil meraih Juara 1. Dalam kategori ini, tim mengusung inovasi gimbal roll axis yang dikembangkan untuk meningkatkan fleksibilitas misi pemetaan.
Teknologi tersebut memungkinkan proses pemetaan tidak hanya dilakukan ketika wahana terbang lurus. Dengan inovasi itu, pemetaan juga dapat dilakukan ketika wahana sedang berbelok.
“Hal itu diusung untuk fleksibilitas misi pemetaan dari sebelumnya yang hanya bisa dilakukan saat wahana terbang lurus, kini juga bisa dilakukan bahkan saat berbelok,” jelas Yubi.
Prestasi Juara 1 kembali diraih Bayucaraka ITS pada kategori Long Endurance Low Altitude (LELA). Kali ini, inovasi dikembangkan pada mekanisme dropping.
Mekanisme tersebut dirancang agar payload yang dibawa tidak mudah terjatuh selama penerbangan. Ketika wahana mencapai target, proses dropping juga dapat dilakukan dengan baik.
Sementara itu, pada kategori Technology Development (TD), Tim Bayucaraka ITS meraih Juara Harapan 1. Inovasi utama pada kategori ini terdapat pada bagian airframe.
Airframe yang digunakan mengusung konfigurasi single boom tail tricopter tilt rotor. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari inovasi teknologi yang dibawa Bayucaraka dalam kompetisi tahun ini.
Yubi mengatakan capaian Juara Umum KRTI 2026 merupakan hasil kerja keras seluruh anggota tim. Menurutnya, prestasi tersebut tidak hanya mencerminkan performa satu divisi, tetapi merupakan hasil dari seluruh tim yang dikirimkan dalam kompetisi.
“Ke depannya, kami ingin mempertahankan dan meningkatkan kualitas riset serta teknologi melalui regenerasi yang lebih baik,” tutur mahasiswa Departemen Sistem Informasi ITS tersebut.
Keikutsertaan Tim Bayucaraka ITS dalam KRTI juga menjadi bagian dari komitmen ITS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-9 tentang Industri, Inovasi dan Infrastruktur serta poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Yubi berharap capaian tersebut dapat menjadi dorongan bagi seluruh anggota Bayucaraka untuk terus mengembangkan kemampuan dan riset yang telah dilakukan.
“Harapan kami semoga pencapaian ini bisa menjadi motivasi bagi seluruh anggota Bayucaraka untuk terus berkembang dan tidak cepat puas dengan hasil yang sudah dicapai,” tutur pemuda asal Bali tersebut.



