Example 728x250
Pendidikan

Nela dan Bela Bawa Nogogeni ITS Raih Dua Juara 1 KMHE 2026

10
×

Nela dan Bela Bawa Nogogeni ITS Raih Dua Juara 1 KMHE 2026

Sebarkan artikel ini
ITS Kabarphatas
Mobil Nela hasil karya Tim Nogogeni ITS saat melaju dalam sirkuit KMHE 2026.

KABARPHATAS.COM, SURABAYA – Prestasi Tim Nogogeni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali berlanjut di ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026. Dua mobil yang dibawa tim asal Surabaya itu sukses mengamankan posisi Juara 1 di kelas Urban Listrik dan Urban Etanol pada kompetisi yang berlangsung di Universitas Jember hingga Minggu, 4 Oktober 2026.

Di kelas Urban Listrik, Nogogeni XI EVO atau Nela mencatat efisiensi 275,57 kilometer per kilowatt jam. Sementara Nogogeni IX atau Bela menjadi yang terbaik di kelas Urban Etanol setelah mencatat efisiensi 594,44 kilometer per liter.

Hasil tersebut sekaligus mempertahankan dua gelar Juara 1 yang diraih Tim Nogogeni ITS. Pencapaian itu diperoleh setelah tim melakukan pengembangan kendaraan melalui riset yang dimulai sejak November 2025.

General Manager Tim Nogogeni ITS Hafiz Diandra Pratama mengatakan performa tahun ini meningkat 10,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu pengembangan dilakukan dengan memangkas bobot Nela hingga 72 kilogram.

Pengurangan bobot tersebut didukung inovasi mikrokontroler dengan pengendalian motor BLDC yang presisi. Pada Bela, tim melakukan pembaruan drivetrain dan konstruksi mesin sehingga bobot kendaraan dapat ditekan menjadi 86 kilogram.

“Di sisi lain, pembaruan drivetrain dan konstruksi mesin sukses menurunkan bobot Bela menjadi 86 kilogram,” ujar Hafiz.

Namun, perjalanan tim menuju podium tidak sepenuhnya mulus. Perubahan regulasi secara mendadak dan hujan deras menjadi tantangan yang harus dihadapi selama kompetisi berlangsung.

Pengemudi Nela, Jeremi Mantovanio Sibarani, mengatakan kondisi lintasan menuntut konsistensi dan kedisiplinan dalam menerapkan strategi.

Mahasiswa angkatan 2024 itu menyebut kesalahan kecil dalam mengendalikan mobil dapat berdampak langsung terhadap hasil perlombaan.

“Satu kesalahan kecil seperti pengereman yang terlalu dalam bisa langsung memengaruhi hasil,” kata Jeremi.

Performa Tim Nogogeni ITS dalam kompetisi tersebut turut berada di bawah pendampingan dosen pembimbing Dedy Zulhidayat Noor ST MT PhD. Pengembangan kendaraan hemat energi yang dilakukan tim juga sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-7, ke-13, dan ke-17.

“Semoga kami terus konsisten menghadirkan solusi transportasi berkelanjutan di masa depan,” ujar Hafiz.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *