Example 728x250
Pendidikan

ITS dan Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha, Startup Mahasiswa Unjuk Inovasi

3
×

ITS dan Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha, Startup Mahasiswa Unjuk Inovasi

Sebarkan artikel ini
ITS Kabarphatas
(dari kiri) Deputi Bidang Kewirausahaan M Riza Damanik PhD, Menteri UMKM Maman Abdurrahman ST, dan Rektor ITS Prof Bambang Pramujati saat kunjungi tenant inovasi dalam Bursa Wirausaha Unggul Jawa Timur 2026 di Gedung Pusat Robotika ITS.

KABARPHATAS.COM, SURABAYA – Inovasi yang lahir dari kampus diharapkan tidak berhenti sebagai gagasan atau prototipe. Melalui Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Timur 2026, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berupaya membuka jalur agar ide bisnis, startup, dan pelaku usaha binaan dapat berkembang menuju pasar yang lebih luas.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pusat Robotika ITS, Kamis (23/9), tersebut mempertemukan wirausaha binaan dengan lembaga mitra. Acara itu juga dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurrahman ST dengan mengusung tema “Berani Mulai, Bertumbuh, Siap Berdampak”.

Forum ini digelar di tengah upaya pemerintah memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional. Rendahnya rasio kewirausahaan serta tantangan peningkatan daya saing UMKM menjadi salah satu perhatian utama dalam pengembangan sektor usaha masyarakat.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, pemerintah ingin memastikan pelaku usaha binaan tidak hanya mendapatkan pendampingan, tetapi juga mampu tumbuh menjadi bisnis yang mandiri dan berkelanjutan.

“Hal tersebut menjadi fokus kami (Kementerian UMKM, red) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan pengentasan kemiskinan,” kata Maman.

Menurut dia, salah satu tantangan yang masih terjadi adalah banyaknya inovasi dari perguruan tinggi yang belum berhasil masuk ke tahap komersialisasi. Berbagai hasil riset dan teknologi yang dikembangkan mahasiswa maupun peneliti sering kali masih berhenti pada tahap prototipe.

Karena itu, keberadaan lembaga inkubator dinilai penting untuk menjembatani inovasi dengan kebutuhan pasar.

“Perlu juga dilakukan optimalisasi peran lembaga inkubator guna memantau, mengevaluasi, serta memberdayakan perusahaan rintisan (startup) dan UMKM potensial di berbagai daerah,” ujar Maman.

Ia menjelaskan, Kementerian UMKM juga berencana membentuk komite monitoring khusus di bawah Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan proses pembinaan UMKM berjalan dengan ukuran dan target yang jelas.

Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat perlindungan pasar domestik agar produk lokal memiliki ruang tumbuh lebih besar.

“Perlindungan pasar domestik juga kami perketat agar produk lokal dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD menyebut Jawa Timur memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan ekonomi Indonesia. Dengan jutaan unit usaha dan koperasi yang berkembang, Jawa Timur menjadi salah satu kekuatan ekonomi nasional.

Penulis: BJ Editor: Warto N

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *