Example 728x250
Pendidikan

ITS dan Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha, Startup Mahasiswa Unjuk Inovasi

4
×

ITS dan Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha, Startup Mahasiswa Unjuk Inovasi

Sebarkan artikel ini
ITS Kabarphatas
(dari kiri) Deputi Bidang Kewirausahaan M Riza Damanik PhD, Menteri UMKM Maman Abdurrahman ST, dan Rektor ITS Prof Bambang Pramujati saat kunjungi tenant inovasi dalam Bursa Wirausaha Unggul Jawa Timur 2026 di Gedung Pusat Robotika ITS.

Menurut Bambang, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memperkuat kemampuan teknologi, inovasi, produktivitas, serta daya saing pelaku usaha.

ITS, kata dia, telah menjalankan berbagai program kolaborasi bersama pemerintah. Di antaranya program One Pesantren One Product (OPOP), penyediaan desain kemasan gratis, hingga pembekalan keterampilan wirausaha bagi ribuan pelajar.

“Beberapa di antaranya One Pesantren One Product (OPOP), penyediaan desain kemasan gratis, hingga pembekalan ribuan pelajar dengan keterampilan wirausaha,” jelas Bambang.

Melalui Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST), ITS juga rutin melakukan pembinaan terhadap startup. Dalam kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Timur 2026, pemerintah membuka peluang sinergi lebih luas dengan ITS untuk memperkuat UMKM berbasis teknologi tinggi.

Tidak hanya menghadirkan forum diskusi, kegiatan tersebut juga menjadi panggung bagi startup mahasiswa ITS untuk memperkenalkan produk dan model bisnis mereka.

Dua usaha rintisan mahasiswa ITS binaan Inkubator Layanan Bisnis Inovatif (ILBI) ITS, yakni Vityuu dan IncludeVision, mendapat kesempatan mengikuti sesi pitching bisnis.

Vityuu menghadirkan inovasi produk herbal berupa sweet block spray yang diklaim membantu mengatasi kecanduan terhadap gula. Produk tersebut menggunakan bahan dasar Gymnema Sylvestre yang disebut mampu membantu mengontrol kadar gula darah.

Startup yang dikembangkan oleh tiga mahasiswa Departemen Manajemen Bisnis ITS, Muhammad Nadhif Ikmalsyah, Kevin Ananta Marga, dan Naila Zanuba Mustikaningrum, itu juga membangun ekosistem kesehatan terintegrasi untuk mendukung proses diet gula secara berkelanjutan.

Sementara itu, IncludeVision membawa solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk kebutuhan industri. Platform tersebut mampu mengolah rekaman CCTV menjadi data analisis yang dapat membantu meningkatkan efisiensi pengelolaan fasilitas.

Teknologi yang dikembangkan Singgih Ardiansyah dari Departemen Teknik Komputer dan Raul Ilma Rajasa dari Departemen Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITS, itu disebut mampu meningkatkan efisiensi biaya operasional hingga 60 persen.

Selain pameran inovasi dan pitching bisnis, Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Timur 2026 juga menyediakan empat kluster layanan utama bagi peserta. Layanan tersebut meliputi pembiayaan, perizinan usaha, akses pasar digital, dan inkubator.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap proses transformasi tenant dapat berlangsung lebih cepat hingga menjadi wirausaha mandiri.

Kolaborasi ITS dan Kementerian UMKM dalam kegiatan tersebut juga selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan pertama terkait Tanpa Kemiskinan, tujuan kedelapan tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta tujuan kesembilan mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

Penulis: BJ Editor: Warto N

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *