Example 728x250
Pendidikan

Peringatan Maulid Nabi SD Khadijah Wonorejo, Ini Pesan Ning Umi Laila

12
×

Peringatan Maulid Nabi SD Khadijah Wonorejo, Ini Pesan Ning Umi Laila

Sebarkan artikel ini
SD Khadijah Wonorejo Kabarphatas
Ning Umi Laila saat menyampaikan tausiah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

KABARPHATAS.COM, SURABAYA – Terik matahari tidak menyurutkan antusiasme keluarga besar SD Khadijah Wonorejo untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Di tengah suasana penuh selawat dan kecintaan kepada Rasulullah, pesan tentang pendidikan karakter menjadi salah satu benang merah dalam peringatan tersebut.

Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu menghadirkan dai Ning Umi Laila serta Cak Rozi dan Hadrotul Mustofa. Selain menjadi momentum memperkuat kecintaan kepada Rasulullah, peringatan tersebut juga menjadi ruang refleksi bagi orang tua dan pendidik mengenai pentingnya menanamkan akhlak kepada anak sejak dini.

Kepala SD Khadijah Wonorejo, Dr. H. M. Rochman Firdian, SHI., M.Ag., mengatakan kehadiran para jemaah di tengah terik matahari merupakan salah satu bentuk kecintaan kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW.

Menurut dia, kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup diwujudkan melalui lantunan selawat. Cinta tersebut perlu diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari melalui upaya meneladani akhlak dan menjalankan sunah Rasulullah.

“Dengan kecintaan kita kepada Rasulullah, kita akan dikumpulkan bersama-sama dengan Rasulullah. Tetapi cinta itu harus dibuktikan dengan menghidupkan sunah-sunah Rasulullah,” ujar Rochman.

Ia menegaskan, pendidikan di SD Khadijah Wonorejo tidak hanya diarahkan untuk membentuk peserta didik yang unggul secara akademik. Lebih dari itu, sekolah berupaya membangun karakter anak agar memiliki akhlakul karimah, empati, kesantunan, serta sikap rendah hati.

Sebab, menurut Rochman, kecerdasan tanpa adab akan kehilangan kesempurnaannya. Begitu pula prestasi tanpa akhlak dan kepemimpinan tanpa kesantunan.

“Tidak cukup kita mengajarkan anak-anak kita cerdas secara akademik tetapi tidak dibarengi dengan akhlakul karimah. Prestasi tidak sempurna kalau tidak dibarengi dengan akhlak. Kecerdasan tidak sempurna kalau tidak dibarengi dengan kerendahan hati dan ketawadukan,” tuturnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar lembaga pendidikan di bawah Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah dalam menanamkan kecintaan kepada Rasulullah melalui pendidikan.

Rochman berharap momentum Maulid Nabi menjadi wasilah bagi keluarga besar Khadijah untuk melahirkan generasi yang tidak hanya membanggakan secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang mencerminkan keteladanan Rasulullah.

“Kita doakan dengan barokah Maulid Nabi, keluarga Khadijah dapat mencetak anak-anak yang dibanggakan oleh Baginda Rasulullah Muhammad SAW,” katanya.

Sementara itu, H. Abdullah Sani yang mewakili pengurus yayasan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut dia, peringatan Maulid Nabi memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik dan seluruh keluarga besar sekolah untuk semakin mengenal serta mencintai Rasulullah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *