Example 728x250
Pendidikan

Peringatan Maulid Nabi SD Khadijah Wonorejo, Ini Pesan Ning Umi Laila

17
×

Peringatan Maulid Nabi SD Khadijah Wonorejo, Ini Pesan Ning Umi Laila

Sebarkan artikel ini
SD Khadijah Wonorejo Kabarphatas
Ning Umi Laila saat menyampaikan tausiah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dalam tausiyahnya, Ning Umi Laila menggambarkan proses tersebut melalui sebuah permainan sederhana bersama para jemaah. Ia meminta peserta mengikuti gerakan tangannya yang dilakukan secara bertahap, dari lambat hingga semakin cepat.

Permainan itu menjadi ilustrasi bahwa manusia memiliki kecenderungan mengikuti apa yang dilihat di hadapannya. Pada anak-anak, proses imitasi tersebut bahkan menjadi bagian penting dalam pembentukan kebiasaan dan karakter.

Karena itu, pendidikan anak tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. Rumah, sekolah, dan lingkungan sosial memiliki peran yang saling berkaitan dalam membentuk kepribadian anak.

SD Khadijah Wonorejo
Ketua Yayasan Khadijah 1, Drs H Abdullah Sani, saat menyampaikan sambutan.

Dalam konteks Maulid Nabi, pesan tersebut menemukan relevansinya. Keteladanan Rasulullah Muhammad SAW tidak hanya dipahami sebagai bagian dari sejarah Islam, tetapi juga menjadi sumber nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan anak sehari-hari.

Mulai dari menghormati orang tua dan guru, menyayangi sesama, menjaga tutur kata, memiliki empati, rendah hati, hingga membangun kebiasaan baik.

Peringatan Maulid Nabi di SD Khadijah Wonorejo pun tidak sekadar menghadirkan lantunan selawat dan tausiyah.

Di balik rangkaian acara tersebut terselip pesan pendidikan yang kuat: membentuk generasi yang memiliki pengetahuan sekaligus adab, berprestasi sekaligus berempati, serta cerdas tanpa kehilangan ketawadukan.

Kehadiran Ning Umi Laila, Cak Rozi dan Hadrotul Mustofa turut memberikan warna tersendiri dalam kegiatan yang diikuti keluarga besar SD Khadijah Wonorejo tersebut. Nuansa religius berpadu dengan pesan pendidikan yang dekat dengan kehidupan anak dan keluarga.

Bagi SD Khadijah Wonorejo, Maulid Nabi menjadi momentum untuk kembali menghidupkan nilai keteladanan Rasulullah dalam lingkungan pendidikan.

Sebuah ikhtiar agar kecintaan kepada Nabi tidak hanya terdengar melalui selawat, tetapi juga terlihat melalui perilaku sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *