Example 728x250
Politik

PPP Surabaya Bidik Generasi Muda, Strategi Politik 2029 Digitalisasi Dikuatkan

17
×

PPP Surabaya Bidik Generasi Muda, Strategi Politik 2029 Digitalisasi Dikuatkan

Sebarkan artikel ini
PPP Surabaya Kabarphatas
Momen saat Musancab Ke- 10 PPP kota Surabaya.

Namun, penguatan mesin organisasi bukan satu-satunya strategi yang dibahas dalam Musancab tersebut.

Wakil Ketua Bidang OKK 2 DPW PPP Jawa Timur Drs. KH. Muhith Efendi menilai karakter masyarakat perkotaan menuntut partai mengembangkan pola komunikasi yang berbeda.

Menurut dia, pendekatan konvensional seperti door to door tetap diperlukan. Tetapi, metode tersebut perlu dilengkapi dengan strategi komunikasi digital agar pesan partai dapat menjangkau masyarakat yang semakin aktif menggunakan media sosial.

“Dapil V harus mempunyai target minimal dua kursi. Hal ini bisa dicapai apabila seluruh kader PPP benar-benar solid dan turun ke akar rumput,” kata Muhith.

Muhith secara khusus menyoroti generasi muda. Menurut dia, PPP perlu memahami cara berkomunikasi yang sesuai dengan karakter generasi Z.

“Kita akan mem-branding PPP ini sesuai dengan kondisi dan situasi masyarakat setempat. Khususnya generasi Z, kita harus paham apa kemauan mereka,” katanya.

Ia mengatakan identitas PPP yang berkaitan dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah juga perlu disampaikan melalui kemasan komunikasi yang lebih modern.

Surabaya, kata Muhith, memiliki karakter masyarakat yang dinamis dan heterogen. Kondisi tersebut membuat partai perlu menyesuaikan strategi komunikasi tanpa meninggalkan identitas politik dan nilai yang selama ini melekat pada PPP.

“Persoalan yang menjadi PR bagi PPP, karena ini Surabaya meskipun pinggiran, maka pola-pola Ahlussunnah wal Jamaah akan kita kemas menjadi digitalisasi. Ini yang penting,” ujarnya.

Menurut Muhith, media sosial tidak lagi dapat diposisikan sekadar sebagai pelengkap kegiatan partai. Kanal digital harus menjadi bagian dari cara PPP memperkenalkan gagasan dan aktivitasnya kepada masyarakat.

PPP Surabaya
Anggota DPRD Komisi D, H. Agus Mashuri saat sambutan.

“Bukan hanya mengandalkan door to door, tetapi bagaimana kita menjual sesuatu yang memungkinkan untuk bisa direspons oleh generasi muda dan masyarakat Kota Surabaya,” imbuhnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun branding yang berbeda sesuai karakter wilayah. Menurut Muhith, pendekatan komunikasi yang efektif di satu kawasan belum tentu dapat diterapkan dengan cara yang sama di wilayah lain.

“Kita harus modernisasikan, supaya PPP bisa menyatu dengan masyarakat dan branding-nya juga harus modern. Ini yang penting, apalagi Dapil V sudah teruji memperoleh satu kursi,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *