Example 728x250
Terkini

PORSADIN VII Jawa Timur Digelar di Lumajang, 35 Kafilah Berebut Tiket ke PORSADINAS 2026

8
×

PORSADIN VII Jawa Timur Digelar di Lumajang, 35 Kafilah Berebut Tiket ke PORSADINAS 2026

Sebarkan artikel ini
Porsadin Kabarphatas

KABARPHATAS.COM, LUMAJANG – Pekan Olahraga dan Seni Antar Santri Diniyah (PORSADIN) VII tingkat Jawa Timur resmi digelar di Kabupaten Lumajang, Jumat, (25/9/2026). Ajang yang berlangsung hingga Minggu, 27 September 2026, itu diikuti 35 kafilah kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

PORSADIN yang digelar dua tahunan tersebut menjadi ruang kompetisi sekaligus pembinaan bagi santri Madrasah Diniyah Takmiliyah. Kompetisi mencakup bidang keagamaan, seni, dan olahraga.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan Madrasah Diniyah Takmiliyah memiliki peran penting dalam pembentukan karakter santri.

Menurut dia, lembaga pendidikan keagamaan nonformal tersebut turut berperan dalam penyemaian akhlak, penguatan akidah, serta penjagaan tradisi keislaman yang moderat dan toleran.

“Dari rahim Madrasah Diniyah inilah lahir generasi penerus bangsa yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berkarakter dan berjiwa sosial tinggi,” kata Akhmad.

Menurut Akhmad, PORSADIN menjadi momentum untuk menunjukkan kemampuan santri secara lebih utuh. Pembinaan di Madrasah Diniyah tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca kitab dan memahami ilmu keagamaan, tetapi juga membentuk pribadi yang sehat, kreatif, tangguh, serta mampu berkompetisi secara sportif.

“Melalui PORSADIN, kita menyatukan dua dimensi penting dalam pembangunan sumber daya manusia, yaitu olah jiwa dan seni serta olahraga,” ujarnya.

Pada PORSADIN VII Jawa Timur 2026, santri berkompetisi dalam 14 cabang lomba. Cabang tersebut meliputi Tahfidz Juz 30, Musabaqah Qiraatul Kitab (MQK) Safinatun Najah, Cerdas Cermat Diniyah, Pidato Bahasa Indonesia, Pidato Bahasa Arab, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Murattal wal Imla’, Kaligrafi, Puisi Islami, Lari Sprint, Bulu Tangkis Tunggal, Tenis Meja Tunggal, Lantunan Sholawat, dan Adzan.

Dari keseluruhan cabang tersebut, tiga di antaranya merupakan cabang olahraga, yakni lari sprint, bulu tangkis tunggal, dan tenis meja tunggal. Sementara cabang lainnya berada pada ranah seni dan keagamaan.

PORSADIN VII Jawa Timur juga menjadi bagian dari proses seleksi menuju PORSADIN Nasional (PORSADINAS). Para peraih juara pertama akan mendapat kesempatan mewakili Jawa Timur pada PORSADINAS yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 di Jakarta.

Akhmad mengatakan unsur seni dan olahraga dalam PORSADIN memiliki fungsi pembinaan yang berbeda namun saling melengkapi. Olah jiwa dan seni menjadi ruang untuk memperhalus rasa, mengembangkan kreativitas, sekaligus memperkuat apresiasi terhadap keindahan budaya dan nilai-nilai Islami. Adapun olahraga membentuk fisik yang sehat, disiplin, pantang menyerah, dan memiliki mental pemenang.

Kepada para peserta, Akhmad meminta agar kompetisi dijalani dengan semangat dan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung kejujuran serta sportivitas.

“Kemenangan sejatinya bukan semata-mata membawa pulang piala atau medali, tetapi ketika kalian mampu menjalin silaturahmi, saling mengenal antar-santri se-Jawa Timur, serta menjaga nama baik madrasah dan daerah masing-masing. Santri sportif, santri berakhlak,” katanya.

Ia juga meminta dewan juri dan wasit menjalankan tugas secara objektif, adil, dan berintegritas. Apresiasi disampaikan kepada panitia dan pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) yang telah mempersiapkan pelaksanaan PORSADIN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *