KABARPHATAS.COM, SURABAYA – Bagi sebagian mahasiswa, wisuda menjadi penanda dimulainya perjalanan memasuki dunia kerja. Namun, pengalaman itu berbeda bagi sejumlah mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Sebelum toga dikenakan, mereka telah lebih dulu menjalani pekerjaan dan berhadapan dengan tuntutan profesional.
Kondisi tersebut terlihat dalam wisuda ke-22 Unusa yang digelar Selasa (19/9/2026) siang. Lebih dari 50 persen mahasiswa Program Studi D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tercatat sudah bekerja sebelum diwisuda.
Para mahasiswa tersebut tidak hanya memperoleh pengalaman kerja selama masa pendidikan, tetapi juga dibekali Sertifikat Kompetensi Ahli K3 Muda dari LSP Unusa. Hal serupa juga terlihat pada sejumlah program studi lain, termasuk S1 Gizi.
Mahasiswa D-IV K3 Unusa, Zulfi Ahmad Ruhan, mengatakan materi perkuliahan yang diterimanya banyak berkaitan dengan kebutuhan dunia kerja. Ia juga menilai pembelajaran praktik yang diberikan dosen cukup detail.
“Karena saya aktif di FMK3N (Forum Mahasiswa Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional, red) jadi sering berbagi cerita dengan rekan-rekan dari kampus lain, dan ada beberapa mata kuliah di UNUSA itu tidak ada di kampus lain. Bahkan kampus negeri, jadi saya merasa beruntung bisa masuk di K3 UNUSA,” kata Zulfi.
Zulfi kini bekerja di salah satu perusahaan di Cikarang yang bergerak di bidang keramik dan kaca. Menurutnya, pengalaman selama kuliah turut memberikan bekal untuk memasuki lingkungan profesional.
Hal senada disampaikan Naufal Bafiq Belvatrivano. Ia mengatakan Unusa memberikan fasilitas sertifikasi K3 sehingga mahasiswa dapat mengikuti ujian sertifikasi tanpa harus mencarinya di luar kampus.
Sertifikasi tersebut juga menjadi salah satu bekal bagi mahasiswa dalam memasuki dunia kerja. Naufal sendiri telah diterima bekerja di salah satu perusahaan batu bara di Kalimantan Utara meski belum memperoleh ijazah.
Pengalaman bekerja sebelum menyelesaikan studi juga dialami Anis Nailun, wisudawan S1 Gizi Unusa. Lulusan D3 Gizi Politeknik Kesehatan Surabaya itu memilih melanjutkan pendidikan melalui program alih jenjang S1 Gizi di Unusa.
Sejak awal kuliah, Anis mulai menyusun proposal skripsi setelah memperoleh dosen pembimbing. Tidak lama kemudian, ia mendapat kesempatan bekerja sebagai petugas gizi di bawah naungan Pemerintah Kota Surabaya.
Ia mulai bekerja pada Januari 2024. Anis sempat ditempatkan di Puskesmas Krembangan Selatan sebelum mengikuti rolling penempatan dari Dinas Kesehatan dan kemudian bertugas di Puskesmas Sidotopo Wetan.
Menjalani kuliah sekaligus bekerja membuat Anis harus mengatur waktu secara ketat. Selain menyelesaikan pekerjaan dan perkuliahan, ia tetap harus mengikuti kegiatan praktik secara langsung.



