Example 728x250
Pendidikan

Unusa Wisuda 1.038 Lulusan, Mahasiswa K3 Banyak Sudah Bekerja

13
×

Unusa Wisuda 1.038 Lulusan, Mahasiswa K3 Banyak Sudah Bekerja

Sebarkan artikel ini
Unusa Kabarphatas

Selama kuliah, Maria mengaku semakin mengenal teman-teman dari agama lain. Ia juga merasakan bahwa dosen tidak membedakan mahasiswa berdasarkan keyakinan.

“Dosen dan mahasiswa memiliki toleransi yang tinggi. Dosen juga tidak membeda-bedakan mahasiswa,” katanya.

Sementara Maria Franciska Xaveria memilih Unusa setelah terlebih dahulu mencari informasi dari sejumlah alumni. Sebelum mendaftar, ia secara khusus menanyakan pengalaman mahasiswa non-Muslim yang berkuliah di Unusa.

Jawaban positif dari para alumni membuat Maria Franciska mantap memilih Unusa. Menurutnya, suasana perkuliahan tersebut menjadi alasan untuk merekomendasikan Unusa kepada orang lain.

“Di Unusa, meskipun non-Muslim, kami tidak dibeda-bedakan. Saling menghargai dan toleransi yang tinggi membuat kami nyaman berkuliah,” katanya.

Di hadapan para lulusan, Rektor Unusa Prof Ir Tri Yogi Yuwono menyampaikan tiga pesan sebelum mereka memasuki dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat.

Pesan pertama adalah ketekunan dan kerja keras. Menurut Rektor, para lulusan akan menghadapi lingkungan yang kompetitif dan berhadapan dengan lulusan dari berbagai perguruan tinggi.

Dalam kondisi tersebut, kemampuan akademik perlu disertai kedisiplinan dan daya juang.

“Orang yang tekun dan rajin akan selalu mengalahkan orang pintar yang malas,” tegasnya.

Pesan kedua berkaitan dengan integritas, adab, dan empati. Para lulusan Unusa diharapkan tidak hanya membawa kompetensi profesional, tetapi juga nilai moral dalam menjalankan profesi.

Menurut Rektor, pesan tersebut relevan dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan disrupsi teknologi.

“Teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan sentuhan hati manusia, rasa empati, dan solidaritas sosial,” ujarnya.

Ia meminta para lulusan memadukan profesionalisme dengan integritas moral, adab, sopan santun, serta penghormatan kepada sesama.

“Pintar saja tidak cukup jika tidak memiliki akhlak yang mulia,” pesannya.

Pesan terakhir ditujukan kepada para lulusan agar tidak melupakan jasa orang tua dan keluarga yang telah mendukung perjalanan pendidikan mereka.

“Jangan pernah lupakan jasa mereka. Kesuksesan karier kalian ke depan akan sangat tergantung pada seberapa besar kalian berbakti dan menghormati orang tua,” kata Tri Yogi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *