Example 728x250
Terkini

Malang Jadi Pilot Project Pangan Kota Kita, KRKP Dorong Transformasi UMKM Hijau

10
×

Malang Jadi Pilot Project Pangan Kota Kita, KRKP Dorong Transformasi UMKM Hijau

Sebarkan artikel ini
KRKP Kabarphatas
Puluhan UMKM kuliner binaan KRKP memamerkan produk ramah lingkungan dalam event Pasar Hijau yang diselenggarakan bersamaan dengan gelar wicara ‘Arah Kebijakan Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Pangan’. Hal ini sejalan dengan upaya menumbuhkan tanggung jawab green entrepreneur.

Menurut Hamid, kondisi tersebut membuat jaminan ketersediaan pangan perlu berjalan beriringan dengan penganekaragaman konsumsi pangan. Upaya itu membutuhkan kolaborasi lintas sektor, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Kalau di sini pangan seharusnya bisa beragam, sehingga masyarakat punya pilihan. Hari ini mau makan nasi, atau mau makan ubi, atau mau makan jagung, dan sebagainya,” ujarnya.

Hamid juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Malang yang mulai menyusun Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Berbasis Sumberdaya Lokal (RAD-PG BPSDL).

Penyusunan rencana tersebut dilakukan sesuai amanat Perpres Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal.

“Pemkot Malang ini rupanya sudah nyuri start. Itu yang patut diapresiasi. Ke depan kami berharap rencana itu terus berprogres, mulai regulasi, bagaimana ketersediaannya, konsumsinya, sampai kepada evaluasi dan monitoringnya,” kata Hamid.

Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang Elfiatr Roikhah mengatakan pemerintah kota tengah memperkuat pertanian perkotaan dengan menerapkan prinsip ekonomi sirkular.

Saat ini, menurut Elfiatr, terdapat 115 kelompok urban farming yang tersebar di 57 kelurahan dan telah mendapatkan pembinaan. Salah satu pengembangan dilakukan melalui kerja sama dengan Universitas Brawijaya dalam budidaya ubi varietas Brawijaya menggunakan sistem karung.

“Salah satu bentuk inovasinya adalah kerja sama dengan Universitas Brawijaya untuk mengembangkan ubi varietas Brawijaya yang dibudidayakan menggunakan sistem karung. Ini langkah efisien untuk memanfaatkan lahan yang terbatas,” ujar Elfiatr.

Kampanye ekonomi hijau dan ketahanan pangan juga diarahkan ke dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama untuk meningkatkan variasi menu. Di sisi lain, persoalan food loss dan food waste menjadi tantangan lain yang dihadapi Kota Malang.

Elfiatr memperkirakan sampah sisa pangan di Kota Malang mencapai sekitar 300 ton per hari. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, limbah pangan tersebut diupayakan untuk kembali dimanfaatkan menjadi pupuk organik, pakan ternak, maupun pakan ikan.

Pemerintah kota juga mendorong Perumda Tugu Aneka Usaha dan PT BPR Tugu Artha Sejahtera sebagai operator BUMD pangan untuk memotong rantai distribusi.

Langkah tersebut diarahkan agar harga di tingkat produsen dan konsumen tetap stabil.

Sementara itu, Dosen dan Peneliti Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Adi Setiawan menyoroti pentingnya meningkatkan efisiensi lahan melalui peningkatan Indeks Panen (IP) serta penerapan metode budidaya yang adaptif.

“Lahan pangan tidak bisa dielakkan dari pengalihan fungsi. Maka, strategi taktisnya yaitu meningkatkan efisiensi lewat vertical garden, permakultur pekarangan dan mengoptimalkan indeks panen agar dalam satu tahun frekuensi panen bisa meningkat,” kata Adi.

Menurut dia, peningkatan produktivitas lahan sangat bergantung pada ketercukupan nutrisi, cahaya, serta pengelolaan air. Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan peningkatan indeks panen.

“Keberadaan embung atau bendungan, kemudian air-air yang kemudian bisa disiapkan untuk produksi pertanian itu meningkatkan indeks panen. Luas lahan tetap, bahkan berkurang, tapi kalau indeks panennya meningkat, maka dia bisa lebih tinggi. Nah itu yang kemudian kita targetkan untuk efisiensi dan efektivitas lahan di wilayah Malang,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *