Example 728x250
Pendidikan

SIGAP PESISIR UNAIR Latih Warga Besuki Tangani Korban Tenggelam dan Sumbatan Jalan Napas

×

SIGAP PESISIR UNAIR Latih Warga Besuki Tangani Korban Tenggelam dan Sumbatan Jalan Napas

Sebarkan artikel ini
Sigap pesisir Unair Kabarphatas

KABARPHATAS.COM, SURABAYA – Universitas Airlangga (UNAIR) memperkuat kesiapsiagaan masyarakat pesisir dalam menghadapi kegawatdaruratan melalui program SIGAP PESISIR. Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Selasa (20/10/2026) itu membekali warga dengan keterampilan pertolongan pertama, khususnya dalam penanganan korban tenggelam dan sumbatan jalan napas akibat benda asing.

Program tersebut diinisiasi oleh dosen Fakultas Keperawatan (FKp) UNAIR, Dr. Yulis Setiya Dewi, S.Kep., Ns., M.Ng., bersama tim.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program pengabdian masyarakat AIRCARE UNAIR dalam memperkuat kapasitas masyarakat menuju desa tangguh menghadapi risiko kegawatdaruratan di kawasan pesisir.

Dalam sambutannya, Yulis menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Besuki yang telah memberikan kesempatan kepada UNAIR untuk menjadikan wilayah tersebut sebagai mitra pengabdian masyarakat.

Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan warga meskipun kejadian tenggelam tidak diharapkan terjadi.

“Kami sangat berterima kasih kepada kepala Desa Besuki yang telah mengizinkan desa ini sebagai mitra pengabdian masyarakat ini. Harapannya tidak ada kejadian tenggelam sehingga kita tidak perlu memberikan pertolongan, namun kesiapsiagaan tetap perlu kita miliki nggih bapak ibu,” ujar Yulis.

Pelaksanaan SIGAP PESISIR turut melibatkan DPW PPNI Kota Situbondo, DPK PPNI Besuki, dan Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Keperawatan UNAIR.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas keterlibatan tenaga keperawatan dan masyarakat dalam membangun respons kegawatdaruratan berbasis komunitas.

Program ini juga terintegrasi dengan AIRCARE (Airlangga Integrated Community Health, Access, Response, and Equity), sebuah gagasan UNAIR untuk mendukung transformasi kesehatan masyarakat melalui promosi kesehatan, pencegahan penyakit, deteksi dini, pemanfaatan teknologi kesehatan, serta penguatan akses layanan kesehatan.

Inisiatif tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Fokusnya adalah memperkuat upaya promotif dan preventif sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko kesehatan.

Kepala Desa Besuki, Husamah Bahres, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurut dia, kondisi geografis Desa Besuki yang diapit dua sungai dan kawasan pantai membuat keterampilan penanganan kegawatdaruratan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *