Example 728x250
Pendidikan

SIGAP PESISIR UNAIR Latih Warga Besuki Tangani Korban Tenggelam dan Sumbatan Jalan Napas

×

SIGAP PESISIR UNAIR Latih Warga Besuki Tangani Korban Tenggelam dan Sumbatan Jalan Napas

Sebarkan artikel ini
Sigap pesisir Unair Kabarphatas

“Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Airlangga karena telah memilih desa kami sebagai mitra pengabdian masyarakat dalam penanganan korban tenggelam mengingat letak geografis dari desa kami yang diapit oleh dua sungai dan pantai,” kata Husamah.

Dalam pelaksanaannya, SIGAP PESISIR memberikan perhatian pada peningkatan kemampuan warga mengenali risiko dan melakukan pertolongan awal ketika terjadi kondisi darurat.

Salah satu materi utama yang diberikan adalah edukasi dan simulasi resusitasi jantung paru (RJP), serta penanganan corpus alienum atau masuknya benda asing yang dapat menyebabkan sumbatan jalan napas.

Materi edukasi disampaikan oleh dr. Ninuk Dian Kurniawati, S.Kep., Ns., MANP. Adapun sesi praktik dan simulasi dipandu oleh Erna Dwi Wahyuni, S.Kep., Ns., M.Kep.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada langkah-langkah pertolongan pertama bagi korban henti jantung serta cara mengenali tanda-tanda sumbatan jalan napas akibat benda asing. Peserta juga memperoleh kesempatan mempraktikkan materi yang sebelumnya disampaikan secara teoritis.

“Prioritas pertama dalam menolong adalah diri kita sebagai penolong, lalu lingkungan baru korban,” jelas Ninuk.

Prinsip tersebut menekankan pentingnya memastikan keselamatan penolong dan kondisi lingkungan sebelum memberikan pertolongan kepada korban.

Dengan pendekatan edukasi dan simulasi, masyarakat diharapkan memiliki keterampilan dasar untuk merespons keadaan darurat secara tepat sembari menunggu bantuan tenaga kesehatan.

Selain pelatihan kegawatdaruratan, tim pengabdian masyarakat SIGAP PESISIR juga menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan bagi warga. Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat.

Yulis menjelaskan, pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan penerapan pola hidup sehat.

Perhatian khusus diberikan kepada masyarakat pesisir yang dalam sejumlah kondisi menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan pemeriksaan kesehatan rutin.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi keadaan darurat, tetapi juga mendorong terwujudnya masyarakat pesisir yang sehat dan sejahtera.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan edukasi melalui penelusuran kawasan pantai. Bersama Camat Besuki, Yakup Alek Susanto, S.T., dan Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Desa Besuki, Tonal Efendi, tim pengabdian masyarakat mendatangi salah satu pantai di Besuki untuk memberikan edukasi kepada nelayan setempat.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat yang beraktivitas langsung di kawasan pesisir.

Tim SIGAP PESISIR merancang program ini sebagai pendampingan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan edukasi satu kali. Desa Besuki diharapkan dapat menjadi desa binaan yang memperoleh pendampingan dan pemantauan secara berkala.

Melalui pendampingan tersebut, tim akan memantau penerapan pengetahuan dan keterampilan yang telah diberikan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat untuk pengembangan kegiatan berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *